Selasa 10 Januari 2012, akhirnya kami bisa terbang meninggalkan Base Camp sore ini. Begitu mendengar kabar ini, kami semua langsung sibuk mengemas barang. Tenda-tenda tidur kami bongkar dan timbun. Suara deru baling-baling pesawat yang berisik memekakkan telinga sore ini ibarat suara alat musik termerdu di telingaku.
Empat puluh menit kemudian pesawat twin otter yang mengangkut kami mendarat di Union Glacier. Kami turun dari pesawat dan langsung diarahkan ke tenda guide. Makan malam sudah disuguhkan, aneka minuman kaleng juga tersedia. Kami menghabiskan waktu di tenda makan berpemanas ruang, berbincang-bincang dengan siapa saja mengenai pengalaman pendakian.
Beberapa waktu kemudian ada acara kuliah umum di sini, tentang pertandingan ekspedisi pertama ke Kutub Selatan oleh Roald Amundsen (Norwegia) dan Robert Falcon Scott (Inggris) tepat 100 tahun yang lalu. Kami mendengarkan dengan asyik. Salah seorang staff ALE mempresentasikan sejarah terkenal ini.
Meninggalkan Antartika
Kamis 12 Januari 2012, dua minggu sudah kami berada di benua paling selatan bumi, Antartika. Benua paling dingin dan kering di bumi. Dengan tujuan sederhana, mengibarkan Merah Putih di puncaknya. Tujuan sudah tercapai, namun perjalanan kami belum berakhir.
Sejak pukul dua dinihari kami sudah berada di air strip untuk Ilyushin 76. Pesawat mengagumkan dengan warna putih tersamar ini datang mendekat dari balik puncak-puncak gunung bersalju dan mendarat tak lama kemudian dengan suara gaduh luar biasa.
Penumpang tampak turun dengan antusias ingin menoreh petualangan di benua tak berpenghuni sekaligus tak bertuan ini. Mobil-mobil mengangkut mereka dan barang-barangnya menuju Union Glacier. Beberapa kendaraan berat mulai bekerja mengisi pesawat dengan barang-barang yang akan dibawa meninggalkan Antartika, termasuk barang milik kami. Lalu salah seorang staf mendekati dan mempersilahkan kami menuju ke pesawat. Beberapa waktu kemudian kami sudah duduk dalam badan pesawat. Sebagian ada yang langsung tertidur, sedang yang lain masih menyempatkan diri mengambil gambar.
Tepat pukul empat subuh, pesawat mulai berlari di landasan pacu dan mengangkasa. Kami semua yang belum tidur sejak malam tadi langsung terpulas, baru terjaga beberapa saat sebelum pesawat mendarat di Punta Arenas.
Pendaratan berlangsung mulus, kami turun dari pesawat dan dibawa oleh bus menuju terminal. Kami keluar dari pintu bandara. Kang Galih langsung menghampiri dan memeluk kami satu persatu. Kang Galih mendengarkan kami yang bersemangat bercerita. Cerita tersebut tak selesai di bandara, kami melanjutkannya dalam bus saat menuju pusat kota Punta Arenas.
Beberapa hari kami habiskan di Punta Arenas, sehari di antaranya kami isi dengan wisata ke pulau Magdalena, pulaunya pinguin. Satu lagi pengalaman sangat berkesan.
Perjalanan ke Tanah Air kami mulai pada tanggal 16 Januari 2012. Penerbangan dua hari yang menjemukan. Kami tiba dalam dua rombongan yang berbeda. Aku, Huda dan Iwan tiba di Cengkareng tanggal 18 Januari sore hari, sedang rombongan kang Galih, Fajri dan Martin baru tiba 24 jam kemudian.
Petualangan kami sudah selesai. Kesuksesan yang diraih tak untuk disombongkan. Semua ilmu yang didapat adalah amanah untuk dibagikan. Wassalam.
Bandung, 30 Januari 2012

Ardeshir Yaftebbi (Wanadri)
W 859 Hujan Rimba
Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas relawan AlamSemesta.
AlamSemesta Institute didukung oleh Mer-C dan Wanadri.