Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia 7 Summits Expedition (5): Happy New Year!!

Rabu, 29 Februari 2012, 17:10 WIB
Komentar : 0
rmiguides.com
Low Camp Vinson Massif (2.750 m)

Minggu 1 Januari 2012, aku bangun pagi sambil merasa kedinginan. Suhu udara di luar -25° Celcius. Brrrrr...!!! Bagian kerah down jacket dan bagian atas sleeping bag-ku penuh bunga-bunga es dari uap napas. Bila bersentuhan dengan kulit wajah tentu saja sangat dingin. Inilah yang membuatku terjaga.

Malam tadi aku tidur sendiri tak lagi bersama-sama dengan Mac. Walau sendiri di dalam tenda dan lebih dingin, tapi malam tadi aku tidur dengan nyenyak.

Matahari masih bersembunyi di balik bahu puncak Branscomb yang memanjang di sebelah timur. Areal camp berada di bawah bayang-bayang, sehingga suhu menjadi cukup rendah. Aku menghabiskan air hangat dalam botol thermos lalu memaksa untuk kembali tidur.

Pukul 11.30, Garret memanggilku, “Ardeshir, hot water and breakfast are ready!” “Ok, I am coming!” jawabku. Aku keluar dari tenda. Matahari sudah tak lagi bersembunyi, dan suhu sudah naik menjadi 5° Celcius.

Matahari yang bersinar garang makin berasa akibat pantulan pada salju dan es. Mata harus selalu dilindungi dengan kacamata walau hanya beraktivitas di sekitar camp, demikian pula dengan kulit wajah. Aku masuk tenda dapur dan mengucapkan selamat tahun baru. Temanku yang lain tampak sedang asyik sarapan dan aku langsung bergabung.

Hairs brown (kentang irisan tipis yang digoreng) dan telur orak-arik adalah menu pertama. Belum lagi aku mampu menghabiskannya, Garret menambahkan potongan besar burger kalkun di piringku. Belum selesai kawan, berturut-turut keluar roti bakar dan dua potong besar gepuk. Wah-wah, luar biasa..

Usai sarapan, kami bersantai berjemur di luar tenda sambil membaca buku dan mendengarkan musik. Hari ini kami akan beristirahat di low camp ini sesuai rencana.

Latihan melewati fix line

Menjelang sore, kami diberikan materi bagaimana melewati fix line esok hari untuk mencapai high camp. Garret dan Vern sudah menyiapkan tali yang dipasangkan pada picket-picket dengan bentuk melingkar berdiameter sekitar 10 meter. Kami diminta mengaitkan cowstail masing-masing yang sudah dipasangkan carabiner snap di ujung yang panjang dan ascender di ujung yang lebih pendek.

Prosedurnya pada saat akan mengamankan diri pada awal tali atau pada saat harus pindah antarpengaman adalah memasangkan ujung cowstail ber-carabiner snap terlebih dulu pada tali, lalu ujung satunya lagi yang terdapat ascendernya dipasang kemudian dengan posisi di bawah carabiner snap tadi.

Kami berjalan berputar-putar melancarkan pemasangan cowstail tanpa sarung tangan, lalu dengan sarung tangan, kemudian dengan mitten. Setelah Vern dan Garret menilai timku cukup terampil, mereka mempersilahkan kami istirahat. Sedang timnya Vern dianggap masih harus berlatih.

Membuat es krim

Saat itu pukul 16.30, kami menuju tenda dapur untuk makan siang. Iwan bersama Garret menyiapkan mie instan, kentang goreng dan dendeng. Usai makan, Garret menawarkan apa kami tertarik untuk membuat es krim? Ini ide menarik, kami belum pernah tahu sebelumnya bagaimana caranya.

Garret keluar tenda dapur dengan membawa panci kosong, lalu kembali beberapa saat kemudian dengan panci yang berisi salju segar (salju yang belum menggumpal keras). Dia menambahkan susu kental satu kaleng dan krim. Kami semua mengaduk bergiliran, dan 20 menit kemudian salju tadi sudah menyatu dengan susu dan krim, terasa lembut seperti es krim sungguhan.

Sebelum es krim disantap, Garret membuka satu kaleng buah peach dan menambahkannya diatas es krim kami. Hmmm, rasanya tak kalah dari es krim di kota.

Usai makan siang kami bersantai-santai saja. Menjemur beberapa peralatan, mengisi ulang baterai elektronik dengan solar cell, membenahi isi tenda, lalu duduk mengobrol. Cuaca cukup cerah sehingga kami bisa banyak menghabiskan waktu di luar tenda. Suhu udara berkisar diangka 10 ° Celcius. Aku menyempatkan mengambil beberapa foto di sekitar camp.

Malam hari datang namun tetap terang karena matahari yang tak kunjung pamit. Kami makan malam pukul 21. Menunya kali ini nasi, salmon goreng dan buncis. Kami makan sambil sesekali bercanda. Suasana hati kami semua cukup baik. Ini tentu karena sudah hampir dua tahun kami tinggal dalam satu rumah bersama. Menghadapi puncak Carstensz di Papua, Kilimanjaro di Tanzania, Elbrus di Rusia, Aconcagua di Argentina dan Denali di Alaska.
    
Rencana esok hari

Usai santap malam kami kembali mengulas rencana esok hari. Dari lokasi Low Camp menuju awal tali fix line akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Lalu dari awal fix line menuju akhir fix line yang membentang sepanjang 1.200 meter dan tinggi 700 meter akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Dan dari akhir fix line menuju ke lokasi High Camp membutuhkan waktu 2 jam.

Besok kami hanya akan menimbun sebagian barang di High Camp lalu kembali turun ke Low Camp ini. Barang yang akan ditimbun yaitu makanan, bahan bakar, dan pakaian yang baru akan dipakai saat summit attack (pendakian dari High Camp ke puncak, seperti downsuit, mitten, pakaian cadangan, hand warmer dan masker wajah/balaclava).

Sekitar pukul sepuluh malam kami masuk ke tenda masing-masing dan beristirahat.



Ardeshir Yaftebbi (Wanadri)
W 859 Hujan Rimba












Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas relawan AlamSemesta.
AlamSemesta Institute didukung oleh Mer-C dan Wanadri.

Redaktur : Johar Arif
1.336 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...