Jumat , 13 October 2017, 17:54 WIB

Menggalang Kepedulian Menyediakan Hunian yang Layak

Red: Hiru Muhammad
Dok. Intiland
Kegiatan pembangunan rumah layak huni warga kurang mampu yag dilakukan PT Intiland Development TBK dan Habitat For Humanity Indonesia.
Kegiatan pembangunan rumah layak huni warga kurang mampu yag dilakukan PT Intiland Development TBK dan Habitat For Humanity Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sampai saat ini terbatasnya ketersediaan hunian yang layak masih menjadi salah satu kendala dalam memeratakan kesejahteraan. Padahal hunian menjadi kebutuhan pokok masyarakat luas selain sandang dan pangan. 

Kepedulian masyarakat luas dalam mendukung program perumahan layak yang dicanangkan pemerintah selama ini tampaknya masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak warga masyarakat yang dapat memiliki rumah yang layak huni. Kebutuhan rumah layak huni di Indonesia diperkirakan mencapai 3 hingga 4 juta rumah. 

"Kami baru bisa menyediakan bagi sekitar 60 ribu keluarga, jadi kebutuhannya masih sangat banyak," kata Herbert Barimbing, Senior Manager of Field Operation Habitat Humanity For Indonesia di sela penandatanganan kerjasama  Habitat dangan pengembang PT Intiland Development Tbk, Jumat (13/10). 

Lembaganya yang kerap menangani masalah perumahan bagi warga kurang mampu ini telah  bekerjasama dengan berbagai lembaga donor. Pola kerja sama lainnya adalah mencari wilayah tertentu yang hendak dibantu. Salah satu indikatornya adalah banyaknya rumah warga yang kurang layak huni.  Indikator tidak layak huni dapat diketahui dari kekuatan struktur bangunan yang  rapuh, terbatasnya sirkulasi udara maupun sinar matahari sehingga mengganggu kesehatan penghuninya. Spesifikasi bangunan berbeda disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sebelum bantuan diberikan pihaknya melakukan sekelsi ketat guna menekan risiko kecemburuan sosial yang akan muncul. Seleksi tersebut melibatkan aparet pemda, warga dan pihak terkait sehingga tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari. Termasuk mengunjungi kediaman para calon penerima bantuan tersebut. "Kami membentuk komite lokal yang membantu menyeleksi," tuturnya. 

Pihaknya juga menetapkan kontrak sosial bersama warga agar bersedia membantu selama proses pembangunan berlangsung. Untuk fasilitas umum seperti toilet atau mandi cuci kakus (MCK) warga juga diminta bertanggung jawab untuk merawatnya agar dapat digunakan bersama. 

Sekretaris Perseroan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi menilai apa yang dilakukan Habitat merupakan upaya yang harus terus didukung. "Habitat based yang mereka miliki bagus, ada semacam keahlian khusus yang mereka miliki dibidang ini," katanya. 

Pihaknya melalui yayasan Intiland akan terus mengembangkan program Intiland Teduh yang menyediakan perumahan layak huni berbasis komunitas. Program tersebut lebih banyak ditujukan bagi pembangunan hunian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar proyek milik Intiland. Saat ini pihaknya telah menyerahkan 25 rumah layak huni di desa Pekong, didekat proyek perumahan Talaga Bestari Cikupa Tangerang. 

 

 

Berita Terkait