Senin , 09 October 2017, 11:16 WIB

IPPNU Gelar Pelatihan Creative Media Youth School

Red: Hazliansyah
IST
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT, TANGSEL -- Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melalui departemen komunikasi dan informasi menggelar pelatihan bertajuk "Creative Media Youth School". Pelatihan berlangsung selama tiga hari pada Kamis (5/10) hingga Sabtu (7/10) kemarin di Gedung Kantor Pusat Tik Nasional, Ciputat, Tangerang Selatan.

Acara dibuka secara resmi oleh kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Basuki Yusuf Iskandar. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang.

"Oleh karena itu sudah selayaknya para pelajar dapat menggunakan media dengan produktif dan bermanfaat," ujar Basuki Yusuf Iskandar.

Ia berharap, para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam tentang perkembangan media, teknologi dan dapat melihat perspektif global.

“Nantinya, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini, dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dan dapat menggunakan media dengan cerdas. Sehingga para peserta dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi yang cerdas dalam besosial media," jelasnya.

Seketaris Umum IPPNU, Zaimah Imamatul Baroroh, menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki pelajar-pelajar kreatif dan cerdas.

“Jika difasilitasi, diberikan training-training, maka akan sangat bermanfaat untuk menjadi instruktur sebaya dibidang media dan menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas dan bijak”, katanya.

Menurut Zaimah, IPPNU berperan aktif untuk menjembatani para rekanita di dalam memperkaya pengetahuan mengenai media. Oleh karena itu IPPNU berinisiatif membuat pelatihan Creative Media Youth School. Hal ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi millenial agar semakin melek media dan haus akan pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap keberagaman di media.

Oleh karena itu, pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu-ilmu di dalam menguasai media menjadi urgensi bagi diri kita sebagai filter dalam menghadapi modernisasi millenial.

“Atas nama Panitia saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang baik yang diberikan kepada kami. Ini adalah awal yang baik yang bisa terus dilakukan secara bertahap sehingga ke depannya kami bersama teman-teman di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik," imbunya.

Kegiatan ini diikuti 100 kader IPPNU terpilih dari seluruh Indonesia. Peserta adalah mereka yang lolos seleksi berdasarkan karya esai terbaik bertema Peran IPPNU dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia.

Berita Terkait