Rabu , 15 January 2014, 09:41 WIB

Ribuan Kelompok Ikuti Lomba Kasidahan di Bandarlampung

Red: Julkifli Marbun
wikipedia.com
Musik kasidahan (ilustrasi)
Musik kasidahan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Lomba kasidahan diikuti ribuan kelompok peserta dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan bertujuan untuk meningkatkan tradisi budaya Islam di Provinsi Lampung.

"Sebanyak 1.005 grup dari seluruh Lampung mengikuti perlombaan sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan pengembangan seni budaya Islam," kata Ketua Pelaksana M Yudhi, di Bandarlampung, Rabu.

Dia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Dian Esa Semesta bekerjasama dengan Majelis Taklim Rahmat Hidayat Provinsi Lampung telah dibuka pada Senin (13/1).

Peserta berasal dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, untuk mengikuti perlombaan kasidahan selama 20 hari mendatang.

Ia melanjutkan, tahun ini antusiasme peserta sangat baik, mengingat tahun lalu hanya diikuti 720 grup dan untuk tahun ini meningkat dua kali lipat yakni mencapai 1.005 grup. Jumlah ini dinilai sangat luar biasa, artinya masyarakat sangat antusias dalam kegiatan seperti ini.

"Dalam satu grup berjumlah 13 orang, paling banyak berasal dari Kabupaten Pesawaran, dan daerah lainnya di Lampung juga banyak mengirimkan peserta, seperti Kota Bandarlampung, Lampung Tengah, Tanggamus, dan Pringsewu," kata dia lagi.

Juri untuk perlombaan ini berasal dari Dewan Kesenian Lampung (DKL) yang semuanya dinilai berkompeten dan telah banyak menciptakan lagu untuk Provinsi Lampung.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan, acara ini dapat dijadikan sebagai ajang pemersatu selain untuk meningkatkan budaya Islamiyah.

Sebagai suatu karya seni hasil budaya yang bernuansa Islami, diharapkan muatan serta materi yang dilombakan dalam kasidahan ini memiliki ciri dan karakteristik yang khas, kata Herman pula.

"Acara ini sudah terselenggara untuk yang kesekian kalinya, dengan acara ini dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan juga menumbuhkembangkan kesenian kasidahan," kata dia.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga bukan menggunakan dana APBD Kota Bandarlampung, tapi dari Majelis Taklim Rachmat Hidayat dan Yayasan Dian Esa Semesta serta dukungan sejumlah perusahaan swasta di daerah ini.

"Dalam kegiatan ini, mari kita tingkatkan persatuan dan juga dapat mempertahankan seni budaya nasional ini," kata Wali Kota Bandarlampung itu pula.

Sumber : Antara