Jumat , 06 Oktober 2017, 14:14 WIB

300 Anggota ISI Ikuti Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan

Red: Hazliansyah
Antara/Nyoman Budhiana
Seorang wisatawan menikmati pemandangan di Pantai Desa Amed, Karangasem, Bali, Jumat (29/9).
Seorang wisatawan menikmati pemandangan di Pantai Desa Amed, Karangasem, Bali, Jumat (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 300 anggota Ikatan Sekretaris dan Administratif Profesional Indonesia (ISI) mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Masyarakat. Kegiatan pelatihan berlangsung pada Rabu (4/10) kemarin di Hotel Century, Jakarta.

Ketua Badan Kehormatan BPP ISI, Effy Kuswita mengatakan, pihaknya sangat antusias bisa mendapat pelatihan dasar kepariwisataan dari Kementerian Pariwisata. Menurutnya hal ini menjadi salah satu langkah pihaknya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia.

Ia berharap melalui pelatihan ini akan menambah wawasan para anggotanya dan ikut menyebarkan soal dasar-dasar kepariwisataan ke masyarakat luas. Sehingga dapat terjaga dengan baik warisan budaya bangsa Indonesia.

"Peran serta ISI dalam kegiatan ini adalah sebagai jembatan antara kemenpar dan para profesional khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk dapat lebih memahami dan menambah rasa cinta kebangsaan, menjadikan budaya bangsa untuk dapat dilestarikan," kata Effy Kuswita.

Dalam pelatihan kali ini, para peserta akan mendapatkan materi tentang Strategi pengembangan SDM Kepariwisataan oleh Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba, Faisal. Selain itu juga pemaparan materi tentang Pengembangan Destinasi Wisata Budaya oleh Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Lokot Ahmad Enda serta Pelayanan Prima dan Sapta Pesona oleh Lembaga Profesional Pariwisata Indonesia (LPPI).

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, Ahman Sya mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah Kementerian Pariwisata dalam mendorong percepatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dalam pengembangan potensi pariwisata di Indonesia.

Menurutnya, dalam dunia pariwisata, masyarakat memiliki peranan yang sangat penting. Karena dalam praktiknya, masyarakatlah yang bersentuhan dengan langsung para wisatawan. Masyarakat pula yang akan mendapatkan manfaat langsung dari pariwisata.

"Sehingga penting bagi masyarakat memahami dan mengetahui dengan baik apa itu pariwisata," ujar Ahman Sya didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya.

Tidak hanya itu, melalui pelatihan ini diharapkan para peserta juga dapat memahami lebih jauh tentang potensi wisata daerah sebagai penghasil ekonomi yang paling mudah bagi masyarakat setempat.

"Diharapkan nantinya semua yang mendapat pemaparan materi ini dapat menyebarluaskan lagi ke masyarakat yang lebih luas," ujar Ahman Sya.


Berita Terkait