Sabtu , 16 August 2014, 14:00 WIB

ISI Padang Panjang Pamerkan Karya ke Publik

Red: Julkifli Marbun
Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang
Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG -- Mahasiswa Institut Seni Indonesia Padang Panjang akan memamerkan karya seni kriya di luar ruangan kepada publik terkait ilmu yang sudah mereka dapat selama mengenyam pendidikan di pergurauan tinggi seni itu.

"Pameran yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia itu dilaksanakan dalam rangka ujian tugas akhir penciptaan seni," kata Ketua Panitia Pameran Sahrian di Padang Panjang, Sabtu.

Dia menngatakan meski pameran tersebut pada dasarnya dilaksanakan untuk memenuhi ujian tugas akhir jurusan kriya minat penciptaan seni, namun sebagai mahasiswa yang bergerak di bidang seni mereka ingin keluar dari kebiasaan.

"Kami ingin tampil beda, dan karya yang diciptakan ini bukan sekadar kebutuhan untuk memenuhi ujian, akan tetapi jauh dari itu, masyarakat dapat menikmati secara langsung karya yang kami buat," katanya.

Dia mengatakan selain terbuka untuk umum pameran tersebut juga dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa pungutan biaya apa pun, sasaran lainnya ditujukan untuk kalangan sekolah dan perguruan tinggi di Sumbar.

"Kami juga mengundang para guru, dosen, pemerintah, seniman, kritikus, pemerhati seni dan penikmat seni untuk menyaksikan pameran ini," katanya.

Pameran itu akan dilakukan oleh tujuh mahasiswa Jurusan Seni Kriya Fakultas Seni Rupa ISI Padang Panjang di gedung M. Syafe'i setempat pada Selasa hingga Rabu (19-20/8) mendatang.

Ketujuh mahasiswa yang memprakarsai pameran itu, adalah Ansar Salihin dengan karya "Motif Emun Berkune dalam Kriya Kayu", Alamsyah Putra dengan karya "Kreasi Kerawang Gayo dalam Perhiasan", Bagus Wiguna dengan karya "Tokoh Punakawan Wayang Golek Purwo Sunda sebagai Ide Penciptaan pada Kriya Kayu".

Selanjutnya, Rahmat dengan karya "Kreasi Bentuk Bambu dalam Lampu Hias Keramik", Sahrian R dengan karya "Kreasi Eceng Gondok dalam Interior Ruang Tamu", Sabda dengan karya "Deformasi Bentuk Serune Kalee dalam Penciptaan Lampu Hias", dan Saniman Andikafri dengan karya "Bentuk Motif Pucuk Rebung Kerawang Gayo dalam Interior Keluarga".

Sementara itu, pegiat FAM Indonesia Muhammad Subhan menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif ketujuh mahasiswa ISI Padang Panjang tersebut yang berani tampil beda dengan menggelar pameran karya ujian akhir mereka di luar lingkungan kampus.

"Sangat positif sekali, perlu didukung berbagai pihak, dan ini akan semakin mendekatkan seniman dengan masyarakat pecinta seni," katanya.

Sumber : Antara