Kamis , 09 December 2010, 00:06 WIB

PMI Mulai Tarik Personel dari Gunung Bromo

Rep: Asan Haji/ Red: Budi Raharjo
Antara
Gunung Bromo
Gunung Bromo

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG--Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang sejak Rabu (8/12) sudah mulai menarik personelnya yang ditugaskan di kawasan Poncokusumo, Gunung Bromo. Penarikan mereka, menurut Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilianto, karena status Bromo sudah diturunkan sejak dua hari lalu.

Aprilianto menjelakan, personel PMI yang diturunkan bertugas di kawasan Poncokusumo demi mengantisipasi bencana Gunung Bromo itu jumlahnya belasan orang. Mereka disebar di beberapa tempat. Disebutkan seperti di kawasan Jemplang, Ngadas, Wringin Anom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

‘’Sejak status Bromo diturunkan, kami memang mulai menarik beberapa personel yang ditugaskan di sana. Tapi sampai saat ini masih belum semuanya ditarik. Ya, hanya sebagian saja,’’ papar Aprilianto saat dihubungi, Rabu (8/12).

Menurut dia, belasan personel yang ditarik itu ada di kawasan-kawasan rawan yang sering dihujani letusan Bromo. Sedangkan yang belum ditarik, kata dia, jumlahnya sekitar lima orang. Mereka ditugasi untuk tetap melakukan sosialisasi tentang antisipasi bencana Bromo dan membagi-bagikan masker pada warga.

Dia menjelaskan bahwa PMI tidak hanya menarik personelnya saja. Namun, semua peratanan dan perlengkapan  termasuk tenda-tenda penampungan sudah mulai ditarik. Begitu juga dengan logistik yang dipersiapkan.

‘’Pokoknya selain personel, perlengkapan dan logistik juga sudah mulai ditarik. Penarikan itu kami lakukan secara bertahap sejak status Bromo ditetakan menjadi siaga,’’ kata Aprilianto.

Karena itu, dia berharap status Bromo segera bisa diturunkan lagi dari siaga menjadi waspada bahkan hingga normal kembali. Sehingga, warga bisa beraktivitas sebagaimana biasanya, dan wisatawan bisa berkunjung dengan leluasa dan merasa nyaman serta aman.