Senin , 11 September 2017, 14:18 WIB

Siswa SD Purbalingga Ikuti Pelatihan Membuat Video Berita

Red: Hazliansyah
dok: clc purbalingga
Siswa SD Negeri 1 Pagerandong mengikuti pelatihan membuat video berita
Siswa SD Negeri 1 Pagerandong mengikuti pelatihan membuat video berita

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Adhwa Tabriz tampak tak canggung mengotak-atik laptop bahkan saat menghadapi perangkat lunak editing video. Ia sudah mempunyai modal mengoperasikan laptop milik orang tuanya sehingga bersemangat mengikuti kelas menata gambar pada Pelatihan Membuat Video untuk SD yang diadakan di sekolahnya SD Negeri 1 Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Sabtu, 9 September 2017.
 
Pelatihan yang difasilitasi CLC Purbalingga dari pagi hingga sore hari itu diikuti sekitar 15 peserta dari kelas IV dan kelas V. Pelatihan terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas menulis skrip, kelas menata kamera, dan kelas menata gambar atau editing.
 
Wafiq Azizah yang masuk di kelas menulis skrip masih belum paham video apa yang akan diajarkan.

“Aku nggak ngerti mau syuting apa, tapi tadi nonton berita-berita terus disuruh mencari ide di lingkungan sekolah,” ujar siswi yang masih duduk di kelas IV ini.
 
Menurut Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono, memberikan pelatihan bagi siswa usia sekolah dasar merupakan hal baru.

“Ya ini tantangan karena membuat film atau video itu pada dasarnya tidak gampang, jadi harus tepat porsi dan tepat cara menyampaikan,” jelasnya.
 
Pada kesempatan pelatihan itu, lanjut Bowo, timnya mencari formula yang pas untuk dipelajari siswa SD. Video citizen journalism atau jurnalisme warga yaitu video berbentuk berita audiovisual dinilai tepat karena materi yang diangkat bisa dari lingkungan terdekat.
 
Kepala SD Negeri 1 Pagerandong Giarti, S.Pd. SD mengatakan, ide pelatihan ini dari salah satu guru muda untuk mengangkat nama sekolah dari sisi aktifitas dan kreatifitas siswa.

“Awalnya tidak yakin, tapi karena ada pihak di Purbalingga yang selama ini berkecimpung di film ya tidak ada salahnya dicoba,” tuturnya.
 
Pada pelatihan itu menghasilkan empat skrip video citizen journalism atau video jurnalisme warga yang disesuaikan dengan kemampuan anak usia sekolah dasar. Namun karena keterbatasan waktu, hanya dua yang diproduksi yaitu tentang ketiadaan air bersih di sekolah karena musim kemarau dan beberapa kelas yang bagian bangunannya rusak.