Sabtu , 05 Agustus 2017, 10:42 WIB

Pebasket Keluhkan Fasilitas GOR di Depok

Red: Hazliansyah
DNB
Depok Nation Basketball
Depok Nation Basketball

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pebasket nasional peraih medali perak SEA Games 2015 yang juga center dari klub juara Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 Pelita Jaya, Adhi Pratama membangun sebuah komunitas Depok Nation Basketball.

Bersama Audy Bagastyo Arizanugra (Ega), point guard Satria Muda Pertamina Jakarta dan Airlangga Sabara dari Hangtuah Sumsel, ketiganya berbagi ilmu seputar bola basket kepada ratusan anak di berbagai lapangan bola basket di Depok tanpa pungutan biaya.

Kegiatan yang akrab di telinga dengan sebutan coaching clinic ini telah digelar oleh Adhi, Ega, Airlangga, dan rekan-rekan lainnya di Depok Nation Basketball. Kali pertama digelar pada 21 Juni 2017 di GOR Hadi Mampang.

Pelatihan ini berkelanjutan di sejumlah lapangan bola basket lainnya di Depok, semisal di Lapangan Bola Basket Gema Pesona Estate. Jumlah peserta yang menghadiri setiap coaching clinic gratis ini mencapai rata-rata 80-90 orang.

Namun ada keprihatian yang dirasakan ketiganya saat melakukan transfer ilmu. Yakni keprihatinan atas fasilitas olahraga di kota domisili mereka, khususnya untuk cabang olahraga bola basket.

"Depok adalah kota yang dekat dengan Jakarta, tapi fasilitas olahraga di kota ini sangat memprihatinkan," tutur Adhi.

Pebasket jangkung yang mengisi posisi center ini menuturkan, sudah saatnya Pemerintah Kota Depok membangun sebuah Gelanggang Olahraga alias GOR yang menunjang aktivitas para muda-mudi di wilayah Depok. Tentunya, GOR tersebut dilengkapi fasilitas kegiatan berolahraga, khususnya bola basket.

Fasilitas olahraga yang biasa mereka gunakan selama ini dikatakan Adhi jika dinilai dari sisi kualitas sangat memprihatinkan bahkan menyedihkan. Namun hal tersebut tak mengendurkan semangat para pebasket profesional ini.

"Atlet yang seharusnya fokus berlatih, tetapi malah harus membagi fokus untuk mengeringkan lapangan yang basah karena hujan. Hal ini tidak akan terjadi jika Depok punya GOR sendiri. Selama ini, GOR basket yang ada di depok milik swasta. Itu pun hanya satu dan tidak memiliki tribun," jelas pemuda pemilik tinggi badan 197 cm ini.

"Sudah 17 tahun Depok merdeka, tapi belum ada sarana prasarana olahraga untuk mengakomodir anak-anak muda Depok," tambah Adhi.

"Padahal, jika Pemerintah Kota Depok memiliki GOR Basket, otomatis kegiatan positif akan berjalan dengan sendirinya. Mudah-mudahan Pak Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad bisa mempertimbangkannya," demikian Adhi.

Berita Terkait