Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Gudang Dolanan Promosi Permainan Indonesia di London

Selasa 18 July 2017 12:21 WIB

Red: Hazliansyah .

Permainan tradisional gasing di Desa Sembalun, Lombok.   (Republika/Wihdan Hidayat)

Permainan tradisional gasing di Desa Sembalun, Lombok. (Republika/Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gudang Dolanan Indonesia kembali diutus untuk memperkenalkan beragam permainan tradisional Indonesia di ajang "Indonesian Weekend" yang akan berlangsung di London, pada 22 hingga 23 Juli 2017 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Gudang Dolanan Indonesia yang diutus oleh Subdit Diplomasi Budaya Luar Negeri, Ditjen Kebudayaan-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republika Indonesia, akan memperkenalkan 15 permainan yang di Indonesia sendiri sudah jarang dimainkan oleh anak-anak.

Ke-15 permainan tersebut adalah Gasing, Yoyo, Engsreng (gelindingan dari pelk sepeda ) Kelereng, Lompat Karet, Kapal Otok2, Egrang Batok, Pletokan, Telepon Kaleng, Alarm Kaleng, Bedil Jepret, Dam Daman, Sepak Bola Pantul, Bekel, dan Oreg-Oreg Bambu.

"Ke-15 permainan Tradisional tersebut adalah sebagian dari 2.500 permainan tradisional yang dimiliki dan tersebar di Indonesa. Permainan-permainan tradisional tersebut memiliki nilai nilai luhur yang terkandung di dalamnya," ujar Endi Aras dari Gudang Dolanan Indonesia yang juga dedengkot permainan tradisional Indonesia, kepada Republika.co.id, Selasa (18/7).

Diantaranya adalah nilai kejujuran, sportifitas, taat pada aturan yang berlaku, kebersamaan dan kesederhanaan. Menurutnya, jika alat-alat itu tergerus lalu hilang, nilai-nilai yang ada di dalam permainan itu juga akan hilang.

"Paling tidak orang Indonesia yang ada di London masih bisa mengenalnya," kata dia.

Selain memperkenalkan dan mengajari pengunjung yang datang nanti, Endi Aras juga akan menyumbangkan ke-15 permainan tradisional tersebut untuk Kedutaan Besar RI di London.

"Ke-15 alat permainan itu akan kami tinggal untuk Kedutaan Besar RI di London karena sebagian bahannya susah dicari. Kalau di Indonesia bahan–bahan tersebuat mudah dicari, dari barang bekaspun jadi," kata Endi Aras.

Indonesian Weekend sendiri bertujuan mengundang turis mancanegara untuk datang langsung menikmati budaya Indonesia. Maka, selain permainan tradisional, kuliner dan budaya Indonesia lainnya diperkenalkan di London.

"Budaya kita sangat menarik buat mereka. Karena unik dan tak ada duanya. Bermacam kesenian dan kuliner Indonesia diperkenalkan di London. Harapannya tentu suatu saat mereka akan mengunjungi Indonesia," kata Ahmad Mahendra dari Subdit Diplomasi Budaya Luar Negeri, Ditjen Kebudayaan – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA