Kamis , 18 May 2017, 09:42 WIB

Seminar Nasional 'Setiap Pramuka adalah Kantor Berita' Digelar di Bengkulu

Red: Hazliansyah
dok: gerakan pramuka
Seminar nasional setiap pramuka adalah kantor berita
Seminar nasional setiap pramuka adalah kantor berita

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Bengkulu menggelar Seminar Nasional dengan tema "Media Baru: Setiap Pramuka adalah Kantor Berita", di Aula FKIP Universitas Bengkulu, Kota Bengkulu, pada Jumat (12/05).

Ini adalah seminar pertama di Indonesia yang diadakan di Kampus dengan tema; setiap Pramuka adalah kantor berita.

Hadir sebagai narasumber Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka, Delvan Eko Putra, Dosen Komunikasi FISIP UNIB, Juanda, Dirut Medsos UNIB Kita.

Dalam presentasinya, Kak Hariqo menjelaskan, ada tiga indikator sukses sebuah kegiatan, yaitu; partisipasi, pengorganisasian dan publikasi. Kegiatan Pramuka selalu sukses dalam partisipasi dan pengorganisasian, namun sering belum sukses dalam publikasi.

Di era digital dimana setiap Pramuka memiliki media sosial, maka harus diberdayakan anggota Pramuka untuk mempublikasikan kegiatan Pramuka di media sosialnya masing-masing. Inilah latar belakang Kwarnas Gerakan Pramuka melahirkan semboyan “setiap Pramuka adalah Kantor Berita”.

“Setiap Pramuka adalah kantor berita maksudnya, setiap Pramuka mempunyai kemampuan memberitakan kegiatan Pramuka, produk lokal, pemuda berprestasi, pariwisata, kuliner, budaya, potensi daerah, dan lain-lain di medsos. Intinya mengajak setiap Pramuka menjadi produsen konten, bukan semata penikmat konten," ujar Kak Hariqo dihadapan 200 peserta Seminar Nasional. 

Ia mengatakan, hal ini bukan hanya bicara, tapi sudah konkret dilakukan. "Silakan cek akun Instagram @reporterpramuka dan @gerakanpramuka, banyak video reportase Pramuka disitu”, jelas Kak Hariqo

Pembicara kedua, Delfan Eko Putra menekankan agar anggota Pramuka paham apa yang boleh dan dilarang diunggah di medsos.

"Memberitakan itu tidak mudah, karena jika yang diberitakan itu salah, bisa menyesatkan banyak orang. Karenanya, untuk diawal jangan utamakan kecepatan, tapi pastikan kebenaran dan manfaatnya”, ungkap Delfan dalam paparanya.

Sedangkan pembicara ketiga, Juanda, menyampaikan menjadi Kantor Berita itu mudah, asalkan kita cinta terhadap apa yang ingin kita beritakan.

Pramuka di Indonesia ada 18 juta anggotanya. Jika kompak, setiap acara Pramuka, sesederhana apapun acara itu akan tetap menjadi trending topic di twitter atau media sosial lainnya.

Video singkat kegiatan ini dapat dilihat di sini.