Selasa , 18 April 2017, 10:28 WIB

LPBI NU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur

Red: Hazliansyah
dok: LPBI NU
LPBI NU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan
LPBI NU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan tingkat Jawa Timur pada 11-13 April 2017. Pembukaan dilaksanakan di Kantor PWNU Jawa Timur, sedangkan pelatihan dilaksanakan di Wisma Sejahtera Surabaya.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PP LPBI NU dengan KUEHNE Foundation, HELP Logistics.

Hadir saat pembukaan Temmy Tanubrata (Help Logistics, KUEHNE Foundation), Yulistianto, H Imron Rosyadi (PP LPBI NU) dan Saiful Amin (Ketua PW LPBI NU Jawa Timur). Kegiatan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dibuka oleh H M Qoderi (PWNU Jawa Timur).

Penanggulangan bencana dan penyelamatan korban bencana merupakan bagian dari ibadah dan pengejawantahan dari maqashid asy-syari’ah khususnya hifdz an–nafs, pelaksanaan penanggulangan bencana membutuhan koordinasi antar berbagai pihak.

Peserta Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan adalah perwakilan Pengurus Cabang LPBI NU se-Jawa Timur dengan jumlah 25 orang, yang terdiri dari 18 Ketua Cabang dan 8 orang perwakilan PW LPBI NU.

Mereka adalah representasi dari warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur yang  dilatih untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang logistik bencana, sistem analisa kebutuhan bencana, sistem pengadaan, manajemen gudang serta sistem transportasi saat bencana.

Peserta pelatihan juga diajak studi lapangan langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Di sana peserta melihat langsung proses pergerakan barang yang dikelola oleh Pelindo III di Gudang Jamrud.

Dalam konteks bencana, jika ada barang bantuan untuk disalurkan kepada korban bencana dan barang bantuan tersebut harus melibatkan salah satu perusahaan yang ada di Tanjung Perak, maka harus menunggu instruksi Presiden dengan catatan prosedur yang ada di Tanjung Perak tetap berjalan. Karena Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan Internasional yang mengedepankan SOP bagi masing-masing perusahaan dalam maupun luar negeri.

Manajemen logistik kemanusiaan menjadi ikhtiar PP LPBI NU dibawah kepemimpinan M. Ali Yusuf untuk terlibat secara lebih luas, terstruktur, efektif dan berdaya guna dalam kegiatan tanggap darurat bencana.

LPBI NU merupakan lembaga dalam tubuh Nahdlatul Ulama yang secara khusus mendapat mandat untuk menangani persoalan pendidikan dan pelatihan, penanggulangan bencana baik pra bencana, saat maupun paska bencana.