Jumat , 31 March 2017, 10:09 WIB

Peringatan Hari Film Nasional 2017 di Alun-Alun Purbalingga

Red: Hazliansyah
dok: clc purbalingga
Hari Film Nasional 2017 di alun-alun Purbalingga
Hari Film Nasional 2017 di alun-alun Purbalingga

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menorehkan sejarah baru setelah berhasil menggelar pemutaran film di Alun-Alun Purbalingga pada Rabu, 29 Maret 2017. Setelah 11 tahun silam dilarang menggunakan aset negara di Graha Adiguna komplek Pendapa Dipokusumo untuk kegiatan yang serupa.
 
Pemutaran bersama komunitas film dengan medium layar tanjleb itu merupakan rangkaian Hari Film Nasional (HFN) 2017 bertema “Merayakan Keragaman Indonesia” yang jatuh pada 30 Maret yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono mengatakan, sengaja memperingati HFN di ruang publik di pusat kota. “Selama ini, kami menggelar pemutaran layar tanjleb di pelosok-pelosok desa. Dalam kesempatan ini, kami ingin menjadikan alun-alun sebagai tempat pemutaran film yang bisa dijadikan even bulanan,” tuturnya.
 
Hanya bermodal publikasi media sosial dan memanfaatkan keramaian seputar alun-alun, meski bukan malam libur, warga antusias duduk menyaksikan film-film yang disajikan. Sayangnya, Bupati Purbalingga H Tasdi, SH, MM tidak berkesempatan hadir. Padahal, penyelenggara berharap bupati dan undangan pejabat duduk sama rendah dengan rakyatnya.
 
Mewakili bupati Purbalingga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heriyanto, S.Pd, M.Si mengapresiasi dan siap memfasilitasi komunitas film di Purbalingga.

“Film selain sebagai produk budaya juga sebagai ajang sosialisasi program-program pemerintah daerah. Seperti yang disaksikan bersama di layar ada iklan layanan tertib berlalu-lintas dari Polres Purbalingga dan program Gebrak Gotong Royong dari Pemkab Purbalingga,” jelasnya.
 
Pemutaran kali ini dengan fasilitasi mobil bioskop keliling milik Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, karena Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak memiliki mobil bioling bantuan Kemendikbud tersebut. Lewat Komunitas Film Sangkanparan Cilacap, mobil tersebut berhasil mampir di Purbalingga setelah sebelumnya mengadakan pemutaran di Wonosobo dan di Cilacap sendiri.
 
Selain film-film yang sudah diprogram Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud, komunitas film diberi kesempatan memutar karya-karyanya. Di Purbalingga diputar film-film pendek "Wachtenstaad" sutradara Fajar Ramaye dari Jakarta, "Jumprit Singit" sutradara Mahesa Desaga dari Malang, dan film bioskop "Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara" sutradara Herwin Novianto.
 
Sementara tiga film pendek lokal diputar "Kesambet" sutradara Ilman Nafai dari Gerilya Pak Dirman Film SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga, "Babaran" sutradara Meilani Dina Pangestika dari Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga, dan "Kukudan" sutradara Bowo Leksono produksi Dinporabudpar Kabupaten Banyumas.