Selasa , 21 March 2017, 11:57 WIB

60 Pembina Pramuka Lampung Ikuti Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi

Red: Hazliansyah
Gerakan Pramuka
Kak Hariqo Wibawa Satria (Andalan Nasional, Penanggungjawab web dan medsos Kwarnas Gerakan Pramuka) menyampaikan materi dalam lokakarya pemanfaatan teknologi komunikasi
Kak Hariqo Wibawa Satria (Andalan Nasional, Penanggungjawab web dan medsos Kwarnas Gerakan Pramuka) menyampaikan materi dalam lokakarya pemanfaatan teknologi komunikasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi agen penyebar konten positif di tengah merebaknya teknologi informasi, terutama media sosial. Guna memaksimalkan hal tersebut, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung menggelar lokakarya pemanfaatan teknologi komunikasi.

Kegiatan yang diikuti 60 orang pembina Pramuka berlangsung pada Sabtu dan Ahad (18-19/3) lalu di Kantor Kwarda Lampung, Jalan Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung.

Kegiatan dibuka oleh Kak Zaenuri, Ketua Harian Kwarda Lampung mewakili Kak Idrus Effendi, Ketua Kwarda Lampung. Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi kelas pagi dan kelas sore untuk efektifitas penyampaian materi.
 
“Peserta kegiatan ini adalah para pembina Pramuka, harapannya ilmu dari lokakarya ini dapat langsung diterapkan untuk mendidik Pramuka lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi," ujar Kak Zaenuri dalam keterangan tertulis.

Panitia mendatangkan narasumber dari Kwarnas, yaitu Kak Hariqo Wibawa Satria (Andalan Nasional, Penanggungjawab web dan medsos Kwarnas Gerakan Pramuka).

Dalam presentasinya, Kak Hariqo Wibawa menjelaskan bahwa sumber konten di media sosial minimal ada tiga, yaitu; konten yang diproduksi organisasi, konten yang diproduksi anggota organisasi dan konten yang diproduksi masyarakat.

“Secepatnya bentuk tim siber yang mengelola website dan medsos di Kwarda, Kwarcab. Kemudian, adakan lomba-lomba yang mendorong anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat membuat konten tentang Pramuka. Dua hal ini yang terus kami dorong dari Kwarnas, kami punya motto; setiap pramuka adalah kantor berita," jelas Hariqo Wibawa dalam presentasinya.
 
Sementara itu, Kak Dewi, panitia kegiatan menjelaskan, selama penyampaian materi dari pagi hingga sore lebih banyak praktik ketimbang teori. Peserta diajarkan mengambil foto yang terkonsep, membuat status di facebook dan membuat video.

“Yang terpenting adalah peserta memahami tentang manajemen tim media sosial, dan contoh-contoh konkrit pelibatan publik dalam membuat konten," pungkas Kak Dewi, pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Lampung.