Senin , 28 November 2016, 17:27 WIB

BPBD Sulsel Apresiasi Pelatihan Penanganan Darurat Bencana oleh LPBI NU

Red: Hazliansyah
LPBI NU
Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan pelatihan Penanganan Darurat Bencana
Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan pelatihan Penanganan Darurat Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, BARRU, SULSEL -- Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan pelatihan Penanganan Darurat Bencana. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang sudah dilaksanakan sebelumnya yaitu “Pelatihan PRB dan PDRA” dan “Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE”.

Pelatihan dilaksanakan selama empat hari pada 24 hingga 27 November 2016 kemarin. Pelatihan Penanganan Darurat Bencana dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat  bencana baik siaga maupun tanggap darurat.

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari perwakilan pemangku kepentingan, diantaranya BPBD Kabupaten Barru, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, karang taruna, UKM Sipatokkong, KPM Desa Lalabata, Fatayat NU, IPNU, GP. ANSOR, dan PC.LPBI NU Kabupaten Barru.

Beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan diantaranya: Teknik Penyusunan Sistem Peringatan Dini Terpadu Berbasis Komunitas; Teknik Penyusunan Rencana Evakuasi Mandiri Berbasis Komunitas; Teknik Penanganan Penderita Gawat darurat; Teknik Penyusunan Rencana Kontinjensi; dan Teknik Penyusunan Sistem Komando Tanggap Darurat berbasis Desa. Seluruh materi selanjutnya dipraktikkan dalam gladi lapang yang dilaksanakan pada hari terakhir.

Pelatihan Penanganan Darurat Bencana di Kabupaten Barru dibuka oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Muhammad Syahrir. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah melaksanakan Pelatihan Penanganan Darurat Bencana di Kabupaten Barru.

"NU merupakan ormas yang sangat peduli kepada kemashlahatan umat. Kemaslahatan dalam hal ini bukan hanya dalam hal keagamaan dan sosial, tetapi juga kemampuan untuk menanggulangi bencana secara efektif. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan peserta menjadi kader militan untuk penanggulangan bencana," kata dia.

Pengalaman menunjukkan bahwa banyaknya korban diakibatkan oleh penanganan yang tidak efektif. Kerja bencana memerlukan kerjasama semua pemangku kepentingan, serta koordinasi semua pihak terkait. Dengan demikian bencana membutuhkan penanganan yang terpadu, dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Diharapkan semua peserta serius mengikuti materi yang diberikan selama pelatihan agar bermanfaat dalam menjalankan tugas-tugas kebencanaan dan kemanusiaan.