Jumat , 21 Oktober 2016, 03:27 WIB

Sejumlah Komunitas Surabaya Gelar Pameran Foto KBS

Red: Hazliansyah
Antara/Didik Suhartono
Lembu Ankole atau Watusi anakan sedang dijaga induknya di salah satu kandang di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, Jumat (4/3).
Lembu Ankole atau Watusi anakan sedang dijaga induknya di salah satu kandang di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, Jumat (4/3).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sejumlah warga Kota Surabaya yang tergabung dalam beberapa elemen masyarakat akan menggelar pameran foto yang merangkum kisah KBS dari awal berdiri sampai tahun 2016 di Grand City pada 14-20 November 2016.

Ketua panitia acara yang bertajuk Kado Warga Untuk KBS Teguh Ardi Srianto, di Surabaya, Rabu, mengatakan selain pameran foto, panitia juga akan meluncurkan buku tentang 100 tahun KBS.

"Pada 31 Agustus lalu, KBS resmi berusia 100 tahun. KBS saat ini sudah menjadi wahana wisata dan edukasi bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur yang sangat terjangkau," katanya.

Menurut dia, agenda peringatan satu abad KBS ini diselenggarakan oleh beberapa kelompok masyarakat, seperti Surabaya Punya Cerita, Turun Tangan Surabaya, Soerabaja Tempo Doeloe, Rumah Belajar Pandawa, Kelompok Produktif Inspiratif Solutif, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan, dan Surabaya Creative Network.

Selain pameran foto dan peluncuran buku KBS, beragam aktivitas menarik akan digelar, seperti talk show live tentang KBS dan lingkungan hidup, live musik dan pameran desain arsitektur KBS di masa mendatang.

"Desain arsitektur ini merupakan sumbangan dan karya arsitek asal Surabaya," katanya.

Kurator Foto Bhakti Pundhowo menjelaskan foto-foto yang akan dipamerkan berasal dari koleksi KBS dan beberapa foto dari sumbangan masyarakat. Foto dari partisipasi masyarakat tidak akan ditampilkan semua. Sebab, foto yang masuk ke panitia mencapai ratusan sehingga panitia perlu melakukan seleksi.

"Hanya foto terbaik yang mampu bercerita tentang ragam kisah KBS yang akan ditampilkan selama pameran foto berlangsung," katanya.

Sumber : Antara