Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Komunitas AKAR, Media Sejarah Alternatif

Jumat, 13 April 2012, 10:17 WIB
Komentar : 0
Cover majalah AKAR
Cover majalah AKAR

Pada mulanya, AKAR adalah ide dan imajinasi melawan kegundahan. Kegundahan akan adanya komunalitas yang mampu menjulurkan media (cetak dan elektronik) dengan tema serta bentuk alternatif dalam mengemas sejarah.

Kenapa sejarah? Sebab, ide itu dipikirkan dan dilahirkan oleh beberapa anak muda yang bergelut ilmu sejarah dan berguru di kampus Universitas Indonesia pada sekitar awal 2010. Lalu, kenapa AKAR?  Sepengetahuan kita bersama, ”akar” adalah nama bagian dalam tubuh pepohonan yang berfungsi menyerap mineral bagi tumbuh-kembangnya pohon. Nah, kaitannya dengan sejarah adalah bahwa kata sejarah berasal dari bahasa Arab ”Syajarah” yang berarti pohon. Pemilihan kata AKAR diumpamakan agar media ini dapat menjadi ”mineral” penambah semangat bagi tumbuh-kembangnya jenis dan bentuk ”pohon”: sejarah yang lain dari yang lain.

AKAR berupaya hadir sebagai alternatif tema dan bentuk dalam penyajian sejarah. Dalam soal tema, AKAR mengusung dan kerap mengangkat tema-tema sejarah yang berkutat pada persoalan seni, budaya, kepopuleran, keseharian dan langgam tema tak biasa lainnya. Pun, dalam bentuk yang alternatif, yakni sejarah disajikan dengan esai-esai singkat-padat, teks dialog, catatan reportase, cerita pendek, komik, dan medium kreatif lainnya.

Dengan begitu Kami berkeyakinan berjargon, bahwa AKAR adalah Media Sejarah Alternatif alias Media bagi (tema) Sejarah Alternatif dan Media (bentuk saji) Sejarah yang Alternatif.

Salam kami via masa lalu kepada Anda di masa kini untuk kita di masa depan.


Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas AKAR
@majalahakar





Redaktur : Johar Arif
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....