Ahad , 03 Desember 2017, 11:01 WIB

Pogba, Jaga Ucapanmu!

Red: Elba Damhuri
istimewa
Gilang Akbar Prambadi
Gilang Akbar Prambadi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Gilang Akbar Pambadi, Jurnalis Republika untuk Isu-Isu Sepak Bola

Paul Pogba harus menerima pil pahit di tengah kegembiraan pasukan Manchester United (MU) lainnya ketika meraih kemenangan 3-1 atas Arsenal di stadion Emirates, Ahad (3/12) dini hari WIB. Pada laga tersebut, Pogba menerima kartu merah dari wasit Andre Marriner karena dianggap melanggar bek Arsenal Hector Bellerin pada menit ke-74.

Dari tayangan ulang, mantan bintang Juventus ini jelas terlihat menginjak lutut bagian belakang Monreal. Wajar saja jika Marriner tanpa ampun memberikan kartu merah langsung kepada gelandang asal Prancis tersebut.

Jika diperhatikan lebih seksama, Pogba memang tak mungkin untuk menghindari terjadinya injakan ke kaki Monreal. Sedetik sebelum kejadian, keduanya sedang sama-sama mengejar bola.



Ketika Pogba hendak menyetop si kulit bundar, kakinya tidak mendarat di tanah. Kaki Monreal jadi pijakan Pogba karena bola lebih cepat disambar oleh pemain asal Spanyol tersebut.

Pogba yang tak merasa membuat kesalahan secara sengaja kemudian tetap santai hingga wasit membuatnya kaget dengan hukuman kartu merah langsung. Sosok yang terakhir kali mendaparkan kartu merah ketika memperkuat Juventus melawan Palermo tahun 2013 silam ini pun harus keluar lapangan ketika timnya sudah unggul 3-1. Ini tentu jadi pukulan telak bagi Pogba yang pada laga tersebut bermain apik dengan menyumbang dua assist.

Kejadian tersebut juga jadi kerugian besar bagi Pogba dan MU. Hal itu karena dengan hukuman ini, Pogba akan absen pada tiga laga United selanjutnya secara beruntun. Padahal, pekan depan MU akan menghadapi lawan penting, Manchester City yang saat ini sedang memuncaki klasemen sementara Liga Primer Inggris 2017/2018. MU (35 angka dari 15 laga) wajib menang pada laga tersebut jika ingin memangkas jarak angka dengan City (40 angka dari 14 laga).

Menariknya, apa yang menimpa Pogba justru sempat ia harapkan terjadi kepada para penggawa City. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dua hari sebelum pertandingan melawan Arsenal, Pogba sempat mengutarakan harapan yang kurang lebih serupa.

Jebolan akademi MU tahun 2011 ini menyadari, untuk mengejar City bukanlah pekerjaan mudah. Ia lalu ditanya oleh pewarta soal keinginannya melihat City terpeleset sehingga memberikan MU kesempatan menyusul.

Pogba kemudian memberikan tanggapan atas pertanyaan tersebut. Ia menyatakan ingin melihat City luput mendapatkan angka di beberapa laga ke depan. Pogba mengatakan, agar hal itu terwujud, maka City harus kehilangan sejumlah pemain penting agar kekuatan mereka menurun. Hal ini persis sama dengan yang MU alami beberapa bulan kemarin ketika ditinggal banyak pemain karena cedera.



"Ini akan terdengar buruk. Tapi saya berharap beberapa pemain penting City mengalami cedera karena itu sangat memengaruhi permainan mereka," kata Pogba saat diwawancarai oleh BBC Sport, dikutip Ahad.

Tak disangka, apa yang sempat Pogba harapkan terjadi kepada para penggawa the Citizen justru dialami olehnya. Memang, Pogba tidak mengalami cedera. Namun, pemain yang tak sungkan menunjukkan jati dirinya sebagai muslim ini akan menghilang dari lapangan ketika timnya berjuang dalam tiga laga ke depan.

Selain melawan City, Pogba juga akan absen ketika MU jumpa Bournemouth dan West Bromwich Albion di ajang Liga Primer Inggris. Umumnya, absen dalam tiga pertandingan seperti ini terjadi ketika seorang pemain mengalami cedera ringan. Misalnya, cedera hamstring tingkat satu.

Kejadian yang seolah berhubungan ini pun ramai dibahas oleh para penggila bola di dunia maya. Banyak yang menghujat Pogba dan menganggap pemain keturunan Afrika ini pantas mendapatkan kartu merah sebagai balasan atas harapan negatifnya.

Sebagai sesama manusia yang menyambung hidupnya dengan berkarier di dunia sepak bola, Pogba dianggap keterlaluan karena mengharapkan orang lain mengalami cedera. Padahal, cedera adalah mimpi buruk bagi semua pemain di dunia.
Tak sedikit di antaranya bahkan harus pergi dari dunia sepak bola dengan tangisan karena tidak bisa melanjutkan karier akibat masalah fisik. Meskipun, semangat dan hasrat masih membara untuk bisa mengolah bola di lapangan hijau.

Meski begitu, Pogba bisa mencari 'pengampunan' atas kata-katanya. Jika MU mengajukan banding ke badan disiplin FA untuk mengugurkan kartu merahnya, maka gelandang andalan timnas Prancis ini bisa lolos dari larangan tiga kali tampil.

Hanya saja Pogba juga tak bisa banyak berharap. Hal itu karena FA sangat jarang memutihkan hukuman bagi seorang pemain yang dikartu merah karena kontak fisik yang jelas tertangkap mata wasit dan kamera.