Ahad , 22 October 2017, 04:43 WIB

Jeritan Muslimah Korban Penghinaan

Red: Elba Damhuri
Erdy Nasrul
Erdy Nasrul, Jurnalis Republika.
Erdy Nasrul, Jurnalis Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Erdy Nasrul, Jurnalis/Redaktur Repubika untuk Isu-Isu Agama dan Sosial

Masjid Finsbury Park di Utara London Inggris dipenuhi Muslimah. Mereka mengeluhkan caci maki, penghinaan, dan serangan terhadap Muslimah. Kejahatan penuh kebencian itu sungguh mengganggu komitmen mereka dalam menjalankan keyakinan di negeri yang sejak lama menggaungkan demokrasi dan kebebasan berekspresi tersebut.

Keluhan mereka sampaikan kepada pimpinan partai Buruh Jeremy Corbyn. Dia tidak banyak memberikan solusi, hanya mengaku akan menyampaikan masukan tersebut kepada pemerintah, sebagaimana diberitakan the Guardian.

Ada beberapa rentetan kejahatan kebencian dengan target Muslimah, terutama di transportasi umum. Salah satu wanita yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, “Kami semua menjadi korban kejahatan tersebut. Kata-kata kotor dilontarkan. Kami didorong, diajak berkelahi, bahkan diteror,” kata Muslimah tersebut.

Pada akhir Juni lalu warga Inggris Alex Chivers (36) menghina seorang Muslimah yang sedang berjalan bersama anaknya di Enfield, London utara. Dengan penuh kesengajaan, lelaki itu melemparkan daging babi kepada keduanya, sambil menghardik, “Sampah ISIS. Kamu layak mendapatkan ini.”

Kejadian itu terekam kamera ponsel. Arsipnya disebarluaskan di dunia maya. Aparat setempat tak tinggal diam. Mereka menangkap Alex dan memenjarakannya selama enam bulan. Dia terbukti telah melakukan kejahatan kebencian atas nama agama dan ras.

Kejadian lebih parah dialami seorang Muslimah di Milwaukee Amerika Serikat. Wanita yang identitasnya tak mau disebutkan itu tiba-tiba dihadang pria yang meminta melepaskan jilbab, penutup aurat yang dikenakannya.

Muslimah tersebut menolak. Tiba-tiba si pria mendorongnya, lalu memukuli wajah si wanita. Darah membasahi jilbab cerah yang dikenakannya. Barang bukti itu diamankan aparat untuk dibawa ke pengadilan. “Saya akan mati…Saya akan mati,” teriak dia menceritakan kejadian yang tak disangkanya kepada wartawan media massa setempat.

Kalau menelusuri kejadian lainnya beberapa tahun lalu kita pasti akan menemukan banyak lagi kejadian yang sama. Semua insiden di atas sungguh sangat memprihatinkan. Berbagai kejahatan itu harus menjadi perhatian aparat. Mereka harus menyadari bahwa Muslimah yang tidak bersalah kerap menjadi target kejahatan. Harus ada upaya nyata sebagai bentuk pencegahan.

Kampanye mengenai keragaman dan kebersamaan yang selama ini ramai disuarakan di Indonesia harus disyiarkan secara masif. Sasarannya adalah masyarkat di Inggris, Amerika Serikat, dan semua negara Barat yang menjadi tempat Muslimah tinggal.

Aksi mengumbar permusuhan di atas membuktikan beberapa hal. Pertama, betapa minimnya pemahaman tentang kebersamaan untuk membangun tatanan sosial. Terlalu sering kita mendengar kebersamaan, saling merangkul dan menolong, dan hidup berdampingan. Tapi kenyataannya, kampanye itu belum menunjukkan keberhasilan, karena masih banyaknya aksi kekerasan dan diskriminasi terhadap umat Islam secara umum.