Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 Februari 2018

Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 Februari 2018

Indonesia Terlambat Kembangkan Pariwisata Syariah

Kamis 20 Desember 2012 15:51 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dyah Ratna Meta Novi

WISATA TELUK KENDARI. Sejumlah pengunjung bermain perahu bebek di Teluk Kendari, Sultra. Sabtu (15/10). Dengan adanya fasilitas hiburan di teluk Kendari diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kendari dengan tarif permainan berkisar Rp

WISATA TELUK KENDARI. Sejumlah pengunjung bermain perahu bebek di Teluk Kendari, Sultra. Sabtu (15/10). Dengan adanya fasilitas hiburan di teluk Kendari diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kendari dengan tarif permainan berkisar Rp

Foto: ANTARA/Zabur Karuru

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia terlambat dalam mengembangkan sektor pariwisata syariah. Padahal potensi Indonesia jauh lebih menjanjikan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Sapta Nirwandar mengatakan, disaat ekonomi Eropa lesu. Asia muncul menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Dari Asia inilah, kata Sapta, sumber ekonomi bermunculan. "Salah satunya adalah potensi wisatawan muslim dimana populasinya lebih besar di Asia,"katanya di Surabaya, Kamis (20/12).

 

Pariwisata syariah, ujar Sapta, semakin menjanjikan untuk dikembangkan. Dibandingkan Thailand, Indonesia tertinggal dalam mengembangkan sistem pariwisata  syariah.

Di Malaysia, terang Sapta,  wisata syariah sudah menjadi satu perpaduan dalam setiap ajang wisata mereka. "Bahkan Malaysia  mengklaim sebagai pusat wisata syariah,"terangnya.

Saat ini wisatawan muslim di  dunia, ujar Sapta, berkontribusi sekitar USD 126 miliar.  Padahal omset potensi pariwisata syariah di seluruh dunia diperkirakan mencapai USD 2 triliun.

Artinya, lanjut Sapta, masih sangat besar pasar yang masih bisa dikembangkan untuk pariwisata syariah. Indonesia harus mengambil pasar yang besar itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES