Rabu , 27 September 2017, 08:03 WIB

Industri Otomotif Cina, Layu Sebelum Berkembang?

Red: Karta Raharja Ucu
Dok. Pribadi
Wartawan Republika, Winda Destiana Putri
Wartawan Republika, Winda Destiana Putri

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Winda Destiana Putri, wartawan Republika.co.id

Industri otomotif Indonesia kedatangan pemain baru. PT SAIC General Motors Wuling Indonesia (Wuling) resmi masuk ke pasar Indonesia pada Agustus 2017 lalu. Berbagai pertanyaan kerap timbul, seberapa kuatkah mereka mampu menggeser raksasa otomotif dari Jepang?

Santernya kabar Wuling akan masuk ke Indonesia sudah muncul sejak 2015. Saat itu, General Motors dan mitra Cinanya, SAIC Motor Corp, sudah menyiapkan lahan di kawasan industri Jakarta. Wuling juga menyiapkan investasi 700 dolar AS, di mana SGMW merupakan perusahaan patungan dengan 50 persennya milik SAIC.

Alih-alih ingin menguasai pasar, Wuling hadir dari segmen yang paling banyak mendominasi di Indonesia, yakni Multi Purpose Vehicle (MPV). Wuling sendiri yakin 150 ribu unit mobil jenis tersebut akan laku di pasaran. Mengunggulkan produk Confero, Wuling membidik angka penjualan sebanyak 8.000 unit sepanjang 2017.

Tidak tangung-tanggung mereka menargetkan penjualan 40 ribu unit untuk 2018 mendatang. Namun, pada hari terakhir pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 kemarin, meski varian Confero menjadi sorotan publik yang datang, ternyata tidak banya pengunjung yang tertarik memiliki kendaraan tersebut.

Hingga usai acara GIIAS, hanya 624 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang diterbitkan. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan GIIAS menyatakan raksasa otomotif Jepang masih menjadi primadona. Terbukti dengan adanya masukan dari beberapa pegunjung pada saat GIIAS berlangsung.

Mitsubishi Xpander menjadi kendaraan yang paling ditunggu-tunggu, bahkan penyelenggara GIIAS menobatkan Xpander menjadi kendaraan favorit berdasarkan dari banyaknya pengunjung yang memadati area Mitsubishi Xpander. Bukan hanya Mitsubishi yang mengeluarkan jagoan kendaraan baru mereka, merek seperti Honda dan Suzuki pun bersaing dengan mengeluarkan New Honda Civic dan Baleno.

Lalu, apakah ini membuat pemain Cina layu sebelum berkembang? Belum tentu juga demikian. Wuling hadir dengan konsep dan sasaran yang tepat serta cocok untuk tipe konsumen di Indonesia yang memilih mobil jenis MPV. Wuling menjanjikan harga yang cukup bersahabat untuk jenis mobil tersebut. Meski untuk kualitasnya sendiri masih perlu ditelaah kembali.

Pada saat peluncurannya pada Agustus lalu, Wuling mengaku cukup sulit untuk masuk ke pasar Indonesia. Untuk itu, Wuling merasa tidak hanya cukup berbicara mengenai produk, melainkan bagaimana membangun komitmen dengan investasi berupa pabrik dan layanan purnajual.

Mobil keluaran Wuling dipamerka di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 in Tangerang, Indonesia, 10 Agustus 2017. (Foto: Adi Weda/EPA)

Wuling juga semakin optimistis dengan dibangunnya pabrik di kawasan Cikarang, dengan 50 persennya menggunakan komponen lokal. Itu yang membuat Wuling semakin yakin akan mampu bersaing dengan pemain yang sudah ada sebelumnya.

Menurut pakar otomotif, Bebin Juana, bila Wuling serius menggarap pasar Indonesia dan Asia bukan tidak mungkin mereka akan sejajar dengan merk-merk Jepang. "Kalau hanya menyimpulkan kiprah motor Cina di masa lalu, tentu kita akan menyimpulkan apa ada harapan? Tetapi lihat perkembangan teknologi yang terjadi di negeri tirai bambu tersebut, kita melihat perubahan yang sangat drastis."

Saat ini, Bebin menjelaskan, mereka memiliki saham merek-merek otomotif yang punya reputasi dunia. Artinya mereka punya akses ke bidang teknis dan bukan mustahil untuk mengembangkannya. "Sehingga produk yang dihasilkan bukan abal-abal, termasuk desain yang mampu mereka kuasai," kata dia.

Harga yang lebih rendah dan terjangkau sebenarnya hanya pintu masuk Wuling agar lebih dikenal dan diingat konsumen Indonesia. "Yang sudah melakukan test drive tentu setuju bahwa Wuling bukanlah produk abal-abal. Bahkan mampu memberikan fitur lebih dari produk sekelas."

Confero sendiri dibekali mesin berkapasitas 1.500 cc dengan kombinasi transmisi manual lima percepatan dengan tenaga maksimum di angka 107 dk di 5.800 rpm. Torsi yang dimiliki mencapai 142 Nm di rentang putaran 3.800 sampai 4.400 rpm.

Mobil tersebut juga dibekali peranti keselamatan dan keamanan yang tergolong lengkap dikelasnya. Mulai dari rem ABS, EBD, rem cakram belakang, kamera parkir sampai Tipe Pressure Monitoring System.

Secara dimensi, Confero memiliki panjang 4.530 mm, lebar 1.691 mm dan tinggi 1.730 mm. Untuk bagasinya mobil ini dapat menampung hingga 250 liter (bangku baris ketiga belum dilipat). Secara total Confero S dapat menampung hingga delapan penumpang, pada varian tertentu.

Sementara untuk fitur yang tersedia seperti daytime running light, front fog lamp, LWD rear fog lamp, front parking sensor hingga empat titik dan rear parking camera. Di dalam kabin terdapat fitur seperti Headunit dengan layar sentuh delapan inci with USB, bluetooth, mirroring, 3 USB Power Outlet (tersedia di setiap baris), steering switch audio, electric fuel opener dan multi information display. Di Cina, produk ini dibanderol dengan harga yang ringan di kantong, yakni hanya Rp 60 juta.

Berita Terkait