Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menanti Magis Camp Nou

Selasa, 12 Maret 2013, 06:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Daan
Fernan Rahadi

Oleh Fernan Rahadi

REPUBLIKA.CO.ID, Sejarah berbicara. Barcelona pernah melakukan comeback sensasional di Camp Nou pada partai Liga Champions melawan tim-tim seperti Anderlecht, Gothenburg, Dinamo Kiev, dan Chelsea.

Pertanyaannya, mampukan momen itu terulang kembali pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2012/2013 melawan AC Milan, Rabu (13/2) dini hari nanti? Mengingat I Rossoneri unggul pada pertemuan pertama di San Siro dengan skor 2-0

Terakhir kalinya comeback setelah kalah dengan selisih lebih dari satu gol terjadi 13 tahun lalu, tepatnya saat Luis Figo dan kawan-kawan mempecundangi Chelsea dengan skor 5-1 (agregat 6-4) di perempat final Liga Champions musim 1999/2000.

Setelah itu, Barcelona pernah melakukan comeback melawan Panathinaikos (2001/2002) dan Arsenal (2010/2011). Akan tetapi saat itu kasusnya Azulgrana hanya kalah dengan selisih satu gol di pertemuan pertama di kandang lawan.

Sejarah juga mencatat tim Katalan pernah gagal melakukan comeback dalam dua laga krusial. Yang pertama adalah pada musim 2009/2010 dimana Barca kalah agregat 2-3 (leg pertama 1-3) dari Inter Milan di semifinal dan musim lalu dimana mereka kandas dari Chelsea dengan skor agregat 2-3 (leg pertama 0-1) juga di semifinal.

Meskipun demikian sejumlah fakta tersebut tampaknya tak menyurutkan semangat para pemain Barcelona. "Kami telah menunjukkan sebagai tim yang bagus, tetapi kami belum pernah melakukan comeback bersejarah. Mungkin saatnya sudah tiba," ujar bek kanan asal Brasil, Dani Alves.

Sementara itu bek tengah Barcelona Gerard Pique ingin mendedikasikan kemenangan melawan I Rossoneri untuk sang pelatih yang tengah berjuang melawan penyakit tumor di Amerika Serikat. "Kami akan melawan tim besar. Namun demi Tito (Vilanova), kami akan mengalahkan mereka 3-0," ujar kekasih Shakira itu.

Asisten pelatih Barcelona Jordi Roura, yang mengklaim telah memperbarui Tiki Taka Barcelona, juga tak kalah optimistis dengan para pemainnya. Satu hal memang telah membuat lega Roura usai timnya untuk pertama kalinya dalam 14 partai terakhir tak kebobolan saat melawan Deportivo La Coruna akhir pekan lalu.

"Logikanya, kami harus menyerang. Tapi, kami tak boleh terburu-buru mengejar defisit (agregat). Kami harus menemukan keseimbangan yang tepat," katanya.

Pertarungan di Camp Nou nanti memang menjadi pertaruhan Barcelona. Banyak pihak mengklaim era kejayaan Blaugrana telah selesai usai disingkirkan sang rival Real Madrid di ajang Copa del Rey (skor agregat 2-4) pekan lalu yang disusul kekalahan 1-2 di ajang La Liga beberapa hari setelahnya.

Kekalahan 0-2 dari Milan di leg pertama 16 besar dua pekan lalu memang telah menodai Barcelona yang bisa dibilang sebagai penguasa Eropa dalam lima tahun terakhir menyusul 14 trofi yang mereka raih dalam kurun waktu tersebut.

Selain untuk pertama kalinya kalah dari Milan dalam tujuh partai terakhir, kini Barcelona juga terancam angkat koper di babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya sejak dikandaskan Liverpool pada musim 2006/2007.

Sementara itu Milan datang ke Camp Nou berbekal rekor bagus, yakni tak terkalahkan dalam 11 partai terakhirnya. Skuat Massimiliano Allegri juga semakin meyakinkan untuk memenuhi target finis di posisi ketiga Serie A musim ini usai mengalahkan tuan rumah Genoa 2-0 akhir pekan lalu.

"Pertandingan ini datang di saat yang tepat untuk kami. Musim lalu sebenarnya kami bisa mengimbangi mereka di sini, namun kemudian kami terkena dua kali hukuman penalti, jadi segala sesuatunya bisa terjadi," tutur kiper Milan, Christian Abbiati, merujuk partai perempat final musim lalu dimana timnya takluk 1-3 dari Barca di Camp Nou (agregat 1-3).

Hanya saja bumi Spanyol pernah menjadi mimpi buruk bagi Milan sembilan tahun lalu, tepatnya musim 2003/2004. Il Diavolo Rosso, yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan, ditaklukkan La Coruna dengan skor 4-0 di Stadion Riazor. Akibatnya, meskipun menang 4-1 di San Siro, Milan harus merelakan tempat di semifinal kepada Super Depor.

Kenangan buruk itu tentunya sangat membekas di dada sang kapten Massimo Ambrosini yang menjadi bagian skuat Milan saat itu. Oleh karena itulah gelandang bertahan berusia 35 tahun itu menjadi yang pertama mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena dengan keunggulan dua gol di San Siro.

"Ini baru babak pertama dari pertarungan ini. Jika kami berpikir ini sudah berakhir maka itu adalah sebuah kesalahan yang besar," ujar Ambro beberapa saat usai laga di San Siro.

Apapun strategi yang akan dipakai dua tim pada pertandingan nanti, kans kedua tim sama besarnya untuk lolos ke perempat final. Selain itu daya magis Camp Nou yang bakal dipadati 99 ribu penonton dan bakal menjadi pemain ke-12 untuk Barcelona akan menjadi salah satu daya tarik untuk menonton laga bigmatch tersebut.


Redaktur : Fernan Rahadi
3.879 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...