Rabu , 25 May 2016, 14:17 WIB

Lebak Butuh 2.400 Unit Traktor

Red: Taufik Rachman
Republika/ Edi Yusuf
Seorang petani membajak sawah dengan menggunakan traktor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Republika/Edi Yusuf)
Seorang petani membajak sawah dengan menggunakan traktor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK -- Pemerintah Kabupaten Lebak hingga kini kekurangan peralatan pertanian (Alsintan) traktor seanyak 2.400 unit, sehingga terus diusulkan melalui bantuan Kementerian Pertanian, kabupaten dan provinsi.

"Kami optimistis 2019 seluruh kelompok tani memiliki alsintan sebanyak 4.750 unit traktor," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu.

Saat ini, jumlah populasi alsintan traktor yang ada di petani tercatat 2.300 unit dengan perincian melalui bantuan pemerintah sebanyak 2.000 unit dan 300 unit milik swadaya.

Sedangkan, kekurangan alsintan sekitar 2.400 unit traktor diharapkan dapat dibantu melalui program Kementerian Pertanian, kabupaten dan provinsi.

Selain itu juga pemerintahan desa diperbolehkan mengalokasikan alsintan traktor dari alokasi dana desa (ADD).

Saat ini, areal persawahan di Kabupaten Lebak seluas 47.500 hektar sehingga dibutuhkan alsintan sebanyak 4.750 unit traktor dengan akumulasi kelompok tani bisa menggarap persawahan rata-rata 10 hektar.

Saat ini petani Lebak masih banyak ditemukan menggarap lahan persawahan dengan menggunakan alat cangkul dan membajak sawah yang memanfaatkan ternak kerbau.

Pemerintah daerah terus mendorong petani agar menggunakan traktor dalam pengelolaan lahan padi secara serentak, karena penggunaan traktor dapat menekan biaya produksi dan tepat melaksanakan jadwal tanam serentak.

Bahkan, pemerintah daerah siap menerjunkan pasukan Brigade Alsintan untuk membantu kelompok tani yang membutuhkan penggunaan traktor.

Namun, biaya operasional penggunaan traktor tersebut dibebankan kepada kelompok tani.
Penggunaan alsintan traktor dapat menguntungkan petani dibandingkan dengan menggunakan kerbau maupun tenaga manusia.

Untuk itu, ia meminta petani pada pengelolaan tanam padi dapat menggunakan traktor.
Pemerintah daerah setiap tahun terus menyalurkan bantuan peralatan pertanian, seperti traktor itu, pompa dan penggilingan padi.

Sebab, bantuan tersebut guna mendongkrak produktivitas pangan di Kabupaten Lebak.
"Kami menargetkan tiga tahun ke depan seluruh petani sudah tidak ada lagi mengelola tanam memanfaatkan hewan kerbau maupun menggunakan cangkul," katanya.

Ia menyebutkan saat ini, jumlah traktor yang ada pada petani di atas 2.400 unit tersebar di 28 kecamatan.

Sedangkan, jumlah kelompok petani sebanyak 1.667 kelompok dan cukup besar memberikan program ketahanan pangan nasional.

Pihaknya menyalurkan bantuan peralatan traktor kepada kelompok-kelompok petani guna mendukung swasembada pangan.

Dengan jumlah sebanyak itu, kata dia, hampir semua petani menggunakan peralatan traktor.

"Kami minta kelompok tani mengusulkan bantuan peralatan traktor untuk mendorong program ketahanan pangan itu," katanya.

Sementara itu, sejumlah petani Kabupaten Lebak, mengaku setiap memasuki musim tanam petani di sini menggunakan traktor dari bantuan pemerintah.

Penggunaan peralatan traktor itu dapat menekan biaya produksi juga gerakan tanam serentak bisa direalisasikan.

"Kami merasa lega dengan adanya bantuan traktor dan bisa digunakan untuk tanam Mei-Juni 2016," kata Suryadi, petani Desa Panggarangan, Kabupaten Lebak

Video

Setjen DPR RI Komit Berdayakan Perempuan