Kamis , 04 Aug 2016, 12:09 WIB

Nuansa 'Wah' di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Siap Dinikmati 9 Agustus

Red: Dwi Murdaningsih
Kemenpar
Menpar Arief Yahya meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Menpar Arief Yahya meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pekan depan, 9 Agustus 2016 Terminal 3 Ultimate secara resmi mulai dipakai maskapai Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik. PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan beroperasinya terminal terbaru dengan panjang 2,4 kilometer itu, mulai pukul 00.01 WIB. Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang modern dan mengusung kearifan lokal Indonesia diproyeksi menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara transit guna mendukung perekonomian dan meningkatkan pariwisata Indonesia.

Adapun Terminal 3 juga diharapkan dapat membawa Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersaing dengan bandara-bandara berkelas dunia lainnya khususnya di kawasan regional Asean. Pada 26 Juli 2016 lalu, Menpar Arief Yahya berkunjung ke Terminal 3 Ultimate, dan sempat meninjau berbagai fasilitas terminal bandara didampingi Budi Karya Sumadi, yang saat itu masih menjabat sebagai Dirut PT Angkasa Pura. Sehari setelahnya, Budi Karya diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Menhub RI 2016-2019.

“Terminal 3 Ultimate ini bertema Pariwisata, jadi semakin cepat beroperasi, semakin cepat pula dipromosikan sebagai hub tourism airport. Kami dengan Pak Budi Karya sepakat memberi julukan Terminal 3 sebagai Gerbang Pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Sejalan dengan hal tersebut, AP II langsung menetapkan 9 Agustus 2016 sebagai tanggal perdana dimulainya  operasional perluasan Terminal 3. Pada tahap awal, maskapai yang akan menggunakan Terminal 3 hanya Garuda Indonesia dan pemerbangan domestic saja. Internasional masih menunggu kesiapan lengkapnya, jadi masih di Terminal 2.

 “Kami optimistis begitu Terminal 3 beroperasi, akan mampu mendukung terminal eksisting dalam mengakomodir pergerakan penumpang sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujar Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero) Agus Haryadi.


VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan perpindahan memang dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan rute domestik, namun ke depannya seluruh penerbangan Garuda baik domestik dan internasional akan dilayani melalui Terminal 3.

“Dengan perpindahan ini, Garuda berharap para pengguna jasa dapat menikmati peningkatan fasilitas dan standar pelayanan yang kami berikan melalui terminal baru berkapasitas 25 juta penumpang tersebut," kata Benny.

Dalam rangka persiapan perpindahan tersebut, Garuda Indonesia telah melaksanakan beberapa uji coba operasional (trial operation) yang melibatkan seluruh unit pelayanan penumpang di bandara, untuk memastikan semua aspek keselamatan dan keamanan penerbangan dan pelayanan penumpang berjalan sesuai standar prosedur yang ada.

Keberadaan Garuda Indonesia di Terminal 3 diyakini dapat menaikkan daya saing, branding Garuda Indonesia, dan juga kemampuan flag carrier nasional tersebut sebagai global player dalam industri penerbangan. Pengoperasian Terminal 3 merupakan langkah strategis bersama antara pemerintah dan BUMN dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penerbangan Indonesia.

Terkait perpindahan operasional penerbangan Garuda Indonesia rute domestik ini, AP II dan Garuda Indonesia mengimbau para penumpang untuk dapat berangkat ke bandara lebih awal dan memperhatikan petunjuk-petunjuk di bandara untuk kelancaran keberangkatan dan menghindari keterlambatan penerbangan.