Sabtu , 30 December 2017, 20:28 WIB

Pengobatan Infeksi Cairan Otak Gratis Berkat BPJS Kesehatan

Red: Sandy Ferdiana
Istimewa
Winda Setianingsih (21 tahun), Peserta BPJS Kesehatan dengan nomor kartu 0000506301491.
Winda Setianingsih (21 tahun), Peserta BPJS Kesehatan dengan nomor kartu 0000506301491.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Winda Setianingsih (21 tahun)*

Alhamdulillah, sudah dua tahun ini saya menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan. Sebelumnya saya tidak mampu menjadi peserta karena keterbatasan kondisi ekonomi. Jangankan untuk membayar iuran bulanan, untuk makan dan kebutuhan sehari-haripun kesulitan.

Namun, dengan bantuan dari pemerintah, saya bisa menjadi peserta program BPJS Kesehatan. Sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI), premi bulanan saya ditanggung pemerintah. Menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat membantu saya ketika sakit dan membutuhkan perawatan.

Dulu saya sempat mengalami kejang berkepanjangan. Suhu badan pun tak kunjung turun selama empat hari. Hingga akhirnya saya pingsan dan keluarga membawa saya ke RSUD Kota Bandung di Ujungberung. Saya dibawa ke unit gawat darurat (UGD) dan diberi oksigen oleh dokter jaga.

Saya kemudian tersadar setelah mendapatkan penanganan sementara dari dokter. Selama kurang lebih dua jam saya kemudian menjalani observasi. Hasilnya, dokter mendiagnosis saya terkena infeksi cairan otak. Sebelumnya saya juga pernah mengalami persoalan kesehatan ini sampai harus ditangani di rumah sakit.

Dokter RSUD Kota Bandung segera merujuk saya ke RSUP Hasan Sadikin (RSHS). Dokter RSHS melakukan tindakan dan memutuskan saya harus menjalani rawat inap untuk dilakukan observasi lanjutan. Keesokan harinya dokter mengambil cairan di otak saya untuk memastikan ada atau tidaknya kuman yang bisa memicu terjadinya infeksi.

Beberapa jam kemudian, dokter mendiagnosis adanya infeksi cairan otak. Dokter menyarankan untuk dilakukan Elektroensefalogram (EEG). EEG merupakan tes untuk mengukur aktivitas kelistrikan dari otak guna mendeteksi adanya kelainan atau tidak pada otak. Selama masa pengobatan, dokter memberikan obat-obatan yang harus rutin diminum. Alhamdulillah, kondisi saya terus membaik dan tidak lagi mengalami kejang dan panas.

Selama sepuluh hari dirawat di rumah sakit, saya mendapatkan fasilitas kelas II. Meski demikian, saya merasa pelayanannya baik dan memuaskan. Saya melihat pihak rumah sakitpun tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap pasien peserta JKN-KIS kelas I, II, dan III maupun peserta JKN-KIS yang berasal dari Jamkesmas atau PBI. Pelayanannya sama cepatnya, sama ramahnya, dan sama baiknya. Tidak ada diskriminasi.

Alhamdulillah, semua biaya pengobatan di rumah sakit ini dikover BPJS kesehatan. Kontrol rutin yang saya harus lakukan pun bebas biaya. Saya merasa sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN-KIS ini. Terima kasih BPJS Kesehatan. Ril



*Warga Kampung Cicadas, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Peserta BPJS Kesehatan dengan nomor kartu 0000506301491.