Ahad , 17 Desember 2017, 17:36 WIB

Beda Aksi 212 dengan Aksi Bela Palestina

Red: Muhammad Subarkah
Republika/Iman Firmansyah
Peserta perempuan aksi solidaritas Palestina mengibarkan bendera dalam aksi solidaritas Palestina di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (17/12).
Peserta perempuan aksi solidaritas Palestina mengibarkan bendera dalam aksi solidaritas Palestina di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (17/12).

Oleh: DR Ma'mun Murod Al-Barbasy

Ada beberapa kesamaan antara Aksi 212 dan Aksi Palestina. Pertama, dua aksi ini merupakan aksi keprihatinan politik umat Islam. Aksi 212 tegas aksi politik melawan kepemimpinan politik dan elit politikl dzalim dan fasik. Aksi melawan dominasi China. Aksi untuk membangkitkan kembali ghirah politik umat Islam.

Aksi Palestina merupakan aksi solidaritas umat Islam sedunia merespon sikap brutal Presiden Amerika atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota baru Israel. Aksi melawan kebiadaban Zionis Israel yang mendapat sokongan Amerika.

Kedua, aksi ini bisa disebut sebagai kelanjutan atas aksi-aksi umat Islam sebelumnya. Ketiga, dari sisi peserta maupun penggagas aksi juga nyaris tak beda antara Aksi 212 dengan Aksi Palestina.

Meskipun terdapat beberapa kesamaan, namun terdapat juga beberapa perbedaan. Dua perbedaan yamg paling terasa, pertama, dari sisi jumlah peserta, meskipun masih tergolong sangat banyak, namun rasanya sulit menandingi jumlah peserta yang hadir dalam Aksi 212, yang mengekor hingga jembatan Semanggi.

Kedua, suasana kejiwaan dan kekhusuan Aksi 212 juga berbeda dengan Aksi Palestina. Saat Aksi 212 berlangsung sangat khusu' dan penuh ghirah. Tidak sedikit peserta aksi menangis haru mendengarkan ceramah tokoh-tokoh Islam. Guyuran hujan menjelang Salat Jumat juga menambah kekhusu'an dalam menangis.

Kenapa Aksi 212 lebih khusu dan menyentuh hati? Faktor umat Islam merasa sendirian dan tak ada yang membela, termasuk dari Presiden Jokowi dan para elit politik lainnya yang belum lama dipilihnya pada Pileg 2014 dan Pilpres 2014. Umat Islam dan Muslim dihina dan dinista tapi justru si penista yang dibela habis oleh kebanyakan elit politik. Karena rasa didzalimi dan dinista inilah menyebabkan rasa keterpanggilan umat Islam lebih tinggi dan solid untuk hadir dalam Aksi 212.

Sementara dalam Aksi Palestina mungkin dalam benak umat Islam Indonesia beranggapan bahwa Palestina tidak sendiri. Hampir seluruh dunia membela Palestina dan mengecam Israel dan Amerika. Seorang Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang bukan anggota OKI pun merasa penting hadir di KTT OKI di Turki yang membahas soal Palestna. Karena alasan ini antusiasme umat Islam untuk hadir pada Aksi Palestina tidak seantusias Aksi 212.

Meski tidak seantusias Aksi 212, kualitas Aksi Palestina tak kalah dengan Aksi 212. Orasi di panggung utama cukup meriah. "Orasi tandingan" yang terjadi persis di depan Kedubes Amerika juga tak kalah meriahnya, bahkan sempat agak memanas..