Kamis , 14 Desember 2017, 16:01 WIB

Dua Doa Nabi Yusuf yang Membawanya ke Jalan Kemuliaan

Red: Karta Raharja Ucu
Berdoa/ilustrasi
Berdoa/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ali Akbar*

Peradaban Mesir berlangsung cukup lama dan penuh dinamika. Sebagian ahli membagi ke dalam tiga periode yang semuanya terjadi pada Sebelum Masehi (SM): Kerajaan Mesir Lama (2650-2150 SM), Kerajaan Mesir Tengah (1975-1640 SM), Kerajaan Mesir Baru (1539-1075 SM).

Periode Mesir Lama banyak didirikan piramida, misalnya di Giza. Periode Mesir Tengah, kerajaan di benua Afrika itu pada 1630-1520 SM dikuasai bangsa Hyksos yang datang dari timur atau dari Asia. Periode Mesir Muda, wilayah kerajaan meluas ke Asia Barat. Banyak orang biasa dan tokoh, banyak cerita dan kisah, banyak tanda dan hikmah bila berbicara mengenai Mesir.

Dalam Alquran terdapat kisah seorang hamba Allah yang bernama Yusuf. Kisah Yusuf terdapat dalam cukup banyak ayat dan terhimpun dalam surat tersendiri yang menunjukkan banyak pelajaran dapat diperoleh dengan membaca dan mengkajinya.

Yūsuf (13):3: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Alquran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)-nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Sejak kecil Yusuf mengalami berbagai cobaan hidup. Setelah dibuang saudara-saudaranya, Yusuf dijual di Mesir. Yusuf dibeli pembesar Mesir yang memerintahkan kepada istrinya untuk memungut sebagai anak. Kehidupan yang baik akhirnya diperoleh Yusuf karena tinggal di istana. Para ahli memperkirakan Nabi Yusuf hidup saat bangsa Hyksos memerintah di Mesir sekitar abad ke-16 SM.

Belakangan, karena melihat ketampanan Yusuf, istri pembesar menggoda, merayu, dan memaksa Yusuf. Yusuf berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Akhirnya Yusuf diancam dengan dua pilihan yakni melayani nafsu istri pembesar atau akan dimasukkan ke dalam penjara.