Sabtu , 02 December 2017, 07:49 WIB

Maulid Nabi dan Spirit Reuni 212

Red: Elba Damhuri
Menara Masjid Nabi, ilustrasi
Menara Masjid Nabi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nurhasan Zaidi, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI, anggota DPD RI

Masih teringat dalam benak kita, momentum berkumpulnya 7 juta umat Islam di Jakarta pada 2 Desember tahun lalu. Kerinduan masyarakat terhadap suasana persatuan umat Islam dalam Aksi Damai inilah yang menggerakkan umat untuk kembali berkumpul dalam tajuk reuni 212.

Menariknya, peringatan setahun aksi damai 212 pada Sabtu ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari sebelumnya. Dua peristiwa besar khususnya bagi umat Islam Indonesia ini tentunya menjadi spirit yang kuat di dalam keragaman untuk kebersamaan. Semangat mengenang kembali 212 ini pada hakikatnya merupakan perwujudan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Allah (Alquran) dan penerima misi dakwah dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Kelahiran Aksi Damai 212, yang dipelopori oleh para ulama dan tokoh-tokoh Islam serta melibatkan begitu banyaknya umatIslam saat itu, terbingkai dalam satu tujuan, yakni menjaga kemuliaan agamanya. Masih teringat di benak kita kala itu seorang pejabat publik berlaku dan berkata tidak pantas melakukan penistaan terhadap kitab suci umat Islam. Wajar bila kejadian itu membuat umat Islam geram dan akhirnya melakukan protes kepada pihak yang berwenang.

Bukan perkara politik
Sangat tepat rasanya bila ditegaskan bahwa kelahiran aksi 212 ini bukan karena motivasi kepentingan politik. Apa yang dilakukan oleh umat Islam merupakan hal yang wajar sebagai bentuk usaha menjaga kemuliaan wahyu Allah (Alquran) yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Bukti dari hal tersebut ialah bersatunya umat Islam dari berbagai mazhab Ahlussunah waljamaah, ormas, profesi dari berbagai daerah di seluruh wilayah NKRI untuk bersama menjaga kemuliaan yang telah dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dan yang menjadi tuntutan hanya satu, yaitu adanya penegakan hukum yang adil. Hal ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan umat Islam merupakan aksi yang murni dijiwai oleh kekuatan spiritual dan semangat menjaga kemuliaan Alquran.