Kamis , 30 November 2017, 08:26 WIB

Pesan Damai Maulid Nabi Muhammad

Red: Elba Damhuri
smileyandwest.ning.com
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhbib Abdul Wahab, Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ

Peringatan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW kali ini diselimuti duka mendalam akibat tindak kekerasan dan terorisme yang menimpa umat Islam ketika sedang melaksanakan shalat Jumat di masjid di Rawda, Sinai Utara, Mesir.

Korban meninggal akibat ledakan bom teror itu mencapai lebih dari 300 orang dan lebih dari 250 orang terluka. Aksi teror di tempat suci, seperti masjid dan saat umat Islam sedang beribadah Jumat sungguh biadab dan bertentangan dengan nilai dasar Islam dan HAM.

Idealnya Maulid Nabi SAW diperingati dan dimaknai dengan spirit aktualisasi visi Islam //rahmatan li al-‘alamin// (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya).

Spirit ini meniscayakan hidup damai, harmoni, dan penuh toleransi karena substansi ajaran yang dibawanya adalah ajaran salam (damai, harmoni), penuh toleransi, dan antikonfrontasi.

Karena itu, pesan damai dan harmoni dalam Maulid Nabi SAW sangat penting dikontekstualisasikan dengan nalar kebangsaan, kebinekaan, persatuan, dan keutuhan NKRI.

Ketika peringatan maulid dicetuskan dan digelorakan Shalahuddin al-Ayyubi, tujuan utamanya adalah harmonisasi dan integrasi umat, demi terwujudnya perdamaian dunia dan kejayaan peradaban Islam yang bervisi kemanusiaan.

Kelahiran Nabi SAW pada Rabiul Awal (musim semi) sejatinya sarat dengan simbol keindahan dan kedamaian. Karena musim semi di banyak negara, khususnya Timur Tengah, merupakan musim yang indah dan sangat dirindukan.

Bunga warna-warni tumbuh dan mekar sehingga membuat taman-taman menjadi indah, menarik, dan harmoni. Semua orang merasakan kedamaian dan kenyamanan.