Ahad , 12 November 2017, 16:33 WIB

Memakmurkan Masjid, Memakmurkan Bangsa

Red: Elba Damhuri
Republika/Musiron
Umat muslim mendengarkan ceramah di Masjid komplek Islamic Center Mataram, Lombok, NTB. (ilustrasi)
Umat muslim mendengarkan ceramah di Masjid komplek Islamic Center Mataram, Lombok, NTB. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hery Sucipto, Fungsionaris PP DMI, Direktur Pusat Kajian Keamanan dan Perdamaian UMJ

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyelenggarakan Muktamar VII pada Jumat (10/11) hingga Ahad (12/11) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Even lima tahunan ini merupakan forum tertinggi dalam kepengurusan DMI yang diikuti oleh seluruh pimpinan pusat, pimpinan wiilayah, dan pimpinan daerah sehingga berhak untuk menentukan kepengurusan dan program kerja untuk lima tahun ke depan (2017-2022).

Apalagi selama lima tahun ini, DMI di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla telah menetapkan slogan “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid” sehingga seluruh program DMI bertujuan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial.

Ketum Jusuf Kalla selalu berpesan agar organisasi memberikan manfaat konkret untuk masyarakat. Untuk itu, DMI menerjemahkan dalam aksi nyata, antara lain revitalisasi akustik masjid agar pesan khatib, dan penceramah dapat didengar jelas, jernih, dan nyaman oleh jamaah.

Tujuan lainnya, pelaksanaan shalat berjamaah yang dipimpin imam dapat diikuti dengan khidmat dan khusyuk. Hingga kini, terdapat 100 mobil revitalisasi akustik di berbagai wilayah Indonesia, dengan lebih dari 30 ribu masjid yang telah diperbaiki fasilitas akustiknya.

Bahkan di beberapa daerah, seperti di Kota Sukabumi dan Kabupaten Malang, tim akustik DMI berhasil memberdayakan ekonomi penduduk setempat dengan membuka lapangan kerja baru guna mendukung kebutuhan tim akustik DMI dalam merevitalisasi akustik masjid.

Artinya, terdapat efek ganda dari program pembenahan akustik masjid. DMI juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai potensi masjid yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus dan jamaah masjid.

Itu sebabnya DMI membuat laman www.dmi.or.id terkait aktivitas dan program kerja DMI sehingga dapat dibaca dan dipelajari oleh jamaah dan pengurus masjid, serta masyarakat pada umumnya, termasuk stakeholder dan mitra strategis DMI lainnya.

DMI pun memiliki saluran televisi “DMI Channel”, yang menyajikan beragam konten audio visual menarik mengenai program dan aktivitas DMI serta isu keislaman terkini. Laman dan saluran televisi menjadi sarana komunikasi DMI dengan pengurus masjid dan jamaahnya.

Kondisi ini semakin berjalan baik dengan hadirnya aplikasi DMI berbasis Android. Aplikasi ini menjadi sarana efektif bagi jamaah, pengurus, dan khatib/dai masjid untuk saling terkoneksi. Melalui aplikasi, seseorang dapat mengundang dai dan khatib ke acara pengajian masyarakat.

Ia juga bisa mengetahui arah kiblat dan masjid terdekat dengan posisinya. Aplikasi ini diselenggarakan dan dioperasikan tim profesional Kominfo DMI, yang didukung PT Telkom. Dengan sarana informasi itu, DMI ingin menekankan pentingnya iptek bagi umat Islam.

Umat, khususnya pengurus dan jamaah masjid, tidak boleh tertinggal dalam kemajuan iptek. Siapa pun yang tertinggal di bidang iptek tidak akan mampu mengelola dan memanfaatkan berbagai macam sumber daya di sekitarnya secara optimal dan efisien.