Rabu , 25 October 2017, 07:58 WIB

DKI dan Ranjau Politik Buat Anies-Sandi

Red: Muhammad Subarkah
Anis-Sandi Tinjau MRT. Gubernur DKI Jakarta dan Wakil DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno saat meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

========

Dalam politik, semua pilihan langkah adalah strategi. Langkah Djarot ini baru terurai ketika dikaitkan dengan penolakan pimpinan DPRD yang notabene satu partai dengan Djarot atas sidang paripurna dengan alasan tidak ada dasar aturan yang mewajibkan. Mereka mengabaikan tradisi dan etika politik yang selama ini berlaku dalam sidang paripurna istimewa di DPRD.

Sebagian partai koalisi di DPRD bahkan menuduh Anies-Sandi enggan berinisiasi melakukan komunikasi informal terlebih dahulu kepada pimpinan DPRD. Dalam analisis psikologi sikap ini disebut dengan istilah"blamming the victim", menyalahkan korban.

Alasan ini terkesan dibuat-buat untuk menegaskan pesan bahwa partai koalisi di DPRD DKI siap fight untuk menghadang kinerja Anies-Sandi dengan kewenangan yang mereka miliki sebagai pemilik kursi mayoritas di DPRD.

Sebelum pelantikan, Djarot telah mengambil keputusan-keputusan strategis dengan mengganti ratusan pegawai eselon IV sampai eselon I. Keputusan mengganti dan menempatkan banyak pejabat di berbagai posisi strategis ini bisa menjadi ranjau bagi kepemimpinan Anies- Sandi. Apalagi menurut peraturan yang berlaku, para pejabat baru tersebut hanya bisa diganti setelah 6 bulan bekerja.

Selain itu, Djarot juga mengusulkan raperda mengenai kelanjutan pembangunan pulau reklamasi setelah menko maritim Luhut Bismar Panjaitan mencabut monatorium.

Selain Menko Maritim, Djarot dan sebagian pimpinan DPRD DKI dari partai koalisi pemerintah yang telah mengirim sinyal perlawanan, ‘serdadu Ahok’ yang belum sepenuhnya berhasil bisa menerima kekalahan dengan sigap mempolisikan Anies atas pidato perdananya yang menyebut kata "pribumi". Mempersoalkan kata "pribumi" seperti sengaja dijadikan peluru pertama yang ditembakkan untuk menguji ketahanan politik Anies-Sandi.

Kegaduhan ini bisa menjadi "test the water" untuk mengukur seberapa besar kekuatan dukungan yang masih dimiliki Anies Sandi pasca pelantikan. Langkah ini sekaligus untuk membaca lagi hubungan dan dukungan terhadap Anies-Sandi dari "kelompok Islam" yang selama ini menjadi pendukung ideologisnya.


TAG

Berita Terkait