Jumat , 04 Juli 2008, 06:48 WIB

Agar Karier Cepat Melesat

Red:
Anda wanita karier? Tentu, Anda mengidamkan karier cemerlang dengan penghasilan yang terus meningkat. Namun untuk menuju ke arah sana, tak semudah membalikkan tangan. Terkadang, seseorang merasa sudah bekerja keras dan berprestasi, tapi nyatanya promosi jabatan sangat sulit didapat. Ini pula yang membuat Viana tak habis pikir. Perempuan berusia 35 tahun yang berkarier di bagian marketing sebuah perusahaan ternama di Jakarta ini kecewa berat lantaran tak masuk lagi dalam daftar karyawan yang mendapat promosi jabatan. Padahal, wanita energik ini dikenal sebagai pekerja keras dan karenanya selalu mencapai target. Tapi entah mengapa, kariernya seperti jalan di tempat. ''Apa ya kekuranganku?'' keluh Viana, memelas. Memang, banyak faktor yang bisa mendukung seseorang memiliki karier cemerlang. Salah satunya, pendidikan atau ilmu yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditekuni. Selain itu, Anda juga harus mencintai pekerjaan itu. ''Kalau kita sudah menyenangi pekerjaan, kita pasti semangat dan loyal terhadap perusahaan. Bekerja apapun akan dinikmati,'' kata Yusni Marlina, fasilitator dari lembaga manajemen, Markplus Inc.
Walau cinta pada suatu pekerjaan, Anda tetap harus profesional. ''Jangan mentang-mentang senang dengan pekerjaan, lembur nggak apa-apa meski tidak dibayar. Pekerjaan Anda harus dihargai sehingga menguntungkan perusahaan maupun Anda sendiri,'' lanjut Yusni. Hal lain yang bisa mendorong karier Anda, menurut Yusni, adalah inovasi.  Setiap perusahaan sangat menyukai karyawan yang kaya dengan inovasi dan ide-ide cemerlang yang bisa menguntungkan perusahaan. Bagaimana karier mau melejit kalau Anda hanya berpatokan pada standar operasional perusahaan (SOP) saja? Hasil kerja Anda akan standar, begitu-begitu saja. Karena itu, saran Yusni, mulailah berinovasi dengan menyampaikan ide-ide yang bagus kepada bos. ''Kalau ide itu oke, pasti bos akan menghargai dan Anda mendapat acungan jempol.'' Untuk mendapatkan ide-ide cemerlang itu, tak harus selalu dari pendidikan formal. Anda bisa mengikuti workshop, mengakses internet atau membaca buku-buku. Tak kalah pentingnya, bergaul dan membuka jaringan seluas-luasnya, serta berdiskusi dengan banyak kalangan. ''Ide-ide cemerlang pasti akan bermunculan. Anda pun siap melakukan perubahan positif di perusahaan.'' Yakini kemampuan diri
Percaya pada kemampuan diri adalah jurus lain yang bisa diterapkan untuk mendongkrak karier. Jangan sampai, Anda punya banyak ide tapi tidak mampu melaksanakannya.
Jurus berikutnya? ''Profesional, jujur, mau bekerja keras, bertanggung jawab, dan disiplin,'' jelas Yusni. Sepintas, sifat-sifat itu terkesan klise. Tapi faktanya, hal itu memang harus dimiliki oleh setiap karyawan. ''Sebab, hal ini ikut andil menentukan karier seseorang.'' Yusni mencontohkan, kedisiplinan, baik disiplin waktu maupun disiplin pekerjaan. Perusahaan mana sih yang mau menerima karyawan yang selalu datang terlambat? Gara-gara tak disiplin, pekerjaan tak pernah selesai tepat waktu. Kalaupun tepat waktu, hal itu sekadar memenuhi target. ''Secara kualitas pekerjaannya tidak memuaskan.''  Yusni yakin, karyawan yang mempraktikkan jurus-jurus di atas, kariernya cepat naik. Syaratnya, perusahaan tempat dia bekerja adalah perusahaan sehat dan tidak menerapkan korupsi, kolusi, dan nepotisme alias KKN. Bagaimana dengan perusahaan milik keluarga? Di perusahaan inipun agak sulit berharap karier melejit secara cepat. Sebab, sang pemilik perusahaan akan lebih mementingkan orang dekat untuk menduduki posisi-posisi strategis. Anda bekerja di perusahaan seperti itu? ''Lebih baik pindah kerja ke perusahaan lain yang mampu menghargai kualitas pekerjaan seseorang,'' saran Yusni.  Introspeksi
Jika semua jurus dan syarat di atas terpenuhi namun karier masih saja mandek, coba deh introspeksi diri. Evaluasi lagi sikap atau sifat Anda selama ini. Banyak lho, orang pintar dan serba bisa, tapi sikapnya kurang baik, semisal egois, mau menang sendiri, sering menyakiti hati orang lain, suka mencuri ide atau menjiplak karya orang lain, dan sebagainya.
Tahukah Anda, sebelum mempromosikan seseorang, pimpinan seringkali minta pertimbangan dari para karyawan, yang tak lain adalah teman-teman Anda sendiri. ''Bila sikap Anda di lingkungan tidak disukai, bagaimana Anda bisa mendapat dukungan dari teman-teman?'' 
TAG

Berita Terkait