Rabu , 20 September 2017, 01:34 WIB

Adu Argumen Putra Aidit dan Istri Sutradara Film G-30S/PKI

Red: Teguh Firmansyah
Yuotube
Film G30 S PKI (ilustrasi)
Film G30 S PKI (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebenaran tentang film G30 S/PKi menjadi perdebatan di publik. Ini setelah film itu kembali diputarkan bersama-sama di banyak daerah.

Salah satu yang meragukan keakuratan film itu adalah Ilham Aidit. Ilham merupakan putra DN Aidit, salah satu tokoh PKI ketika itu. Ilham menegaskan, Aidit itu tak merokok. Namun dalam film itu digambarkan ia sebagai salah seorang perokok berat dengan asap yang mengepul ketika memimpin rapat.

Padahal, ia melanjutkan, pernah Aidit rapat dengan petinggi-petinggi dan diminta untuk merokok. Aidit pun mencoba mengisap dan batuk.  "Pakar-pakar itu mem-bully Aidit," ujarnya dalam diskusi di ILC, TV One, Selasa (19/9) malam.
 
Tak berhenti di sana, ia juga mempersoalkan tentang insiden di Lubang Buaya yang dinilai banyak kebohongan.
"Tak ada tari-tari seperti digambarkan dalam film," ujarnya. Yang ada kondisi di sana sepi.  Ia pun menilai sutradara film itu kurang riset.

Film G30 S/PKI disutradai oleh Arifin C Noer. Jajang C Noer yang juga istri Arifin membantah jika suaminya tak melakukan riset dalam pembuatan film. Hanya, ia mengakui, suaminya kesukaran mencari orang-orang PKI untuk dimintai keterangan soal sosok Aidit. 

"Satu-satunya orang  PKI, yakni pak Sam. Ketika ditanya kebiasaan pak Aidit? Sam hanya menjawab 'Dia biasa saja.' Bagaimana tangannya? Sam mengatakan 'ya biasa saja. Apakah dia merokok? Sam kembali mengatakan 'ya biasa saja'."

Mengapa Aidit digambarkan merokok, menurut Jajang, hal itu untuk mengekspresikan kegawatan saat itu. "Secara filemis itu merokok psikolog. Asap untuk mendramatisasi."

Tapi, soal pertanyaan fakta bahwa ada congkel mata, menurutnya ini dari pengetahuan yang disebarkan saat itu. Namun Arifin, kata ia, tak membuat congkel mata penyiksaan. Yang sedikit menggambar penyiksaan yakni perkataan 'darah itu merah jenderal'. "Tak ada congkel mata," ujarnya.  

Belakang berdasarkan hasil forensik juga terungkap memang tak ada penganiayaan dengan jenderal.  Soal lagu Genjer-Genjer, menurut Jajang lagu itu sedang hit saat itu. Ia pun membantah ada tarian-tarian seperti disebutkan Ilham. Menurut jajang, itu hanya mengikuti irama lagu 'Darah Rakyat'.