Kamis , 09 Februari 2012, 17:23 WIB

35 Perusahaan Asing Jajaki Investasi di Indonesia

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Didi Purwadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investor asing melihat Indonesia berpotensi menjadi ladang menanamkan investasi menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berkembang. Karena itu, delegasi dari 35 perusahaan Amerika dan Asia Tenggara menyambangi Indonesia untuk menjajaki kemungkinan investasi tersebut.

Dirjen Kerjasama Industri Internasional, Agus Tjahayana, menerima delegasi bisnis dari Amerika dan Asia Tenggara pada Kamis (9/2). Mereka menjajaki peluang investasi dalam sektor teknologi informasi, energi dan infrastruktur.

''Para delegasi banyak yang menanyakan mengenai insentif yang akan diberikan kepada investor,'' kata Agus. ''Pertanyaan itu sebagai sinyal bagus bahwa investor tertarik untuk terus berpartisipasi dalam industri.''

Diantara delegasi yang hadir terdapat dari industri makanan, industri alat berat, industri rokok seperti
Sampoerna, Freeport, Ford, Caterpilar, Seagate, P&G, dan IBM. Agus secara khusus meminta Caterpilar sebagai pelaku industri alat berat bisa memperdalam industri komponen di Indonesia. Kebutuhan alat berat di Indonesia dinilai akan semakin besar.

Sementara Director of corporate Goverment Affairs Caterpillar, Clay Thompson, mengungkapkan sudah melakukan investasi senilai 150 juta dolar AS di Batam. Dia berharap Caterpillar bisa berperan dalam mewujudkan perokonomian Indonesia yang lebih produktif.

''Peringkat investasi yang diperoleh Indonesia membuat investor merasa lebih nyaman untuk berinvestasi di Indonesia,'' kata Thompson.