Selasa , 12 September 2017, 15:45 WIB

Terima Kasih Kepada Biksu U Withudda

Red: Muhammad Subarkah
dok. coconuts.com
Biksu U Withuddha
Biksu U Withuddha

Oleh: Teguh Setaiwan*

Malam itu, 20 Maret 2013. Pintu Biara Yadanar Oo di Meiktila diketuk. Biksu U Withudda, kepala biara itu, bergegas keluar dan mendapati 40 Muslim Rohingya yang ketakutan dan meminta perlindungan.

Tidak ingin mengkhianati delapan jalan Sang Buddha, Biksu U Withudda membuka pintu lebar-lebar, dan menyuruh semuanya cepat masuk. Di dalam biara telah ada 800 Muslim Rohingya yang lebih dulu tiba untuk berlindung. Dari jumlah itu, 300 anak-anak.

Biksu U Withudda memerintahkan bawahannya menyediakan makan, air, dan penginapan.

Menjelang pukul 02.00 dini hari. Gerbang biara diketuk lagi. Biksu U Withudda, ditemani beberapa muridnya, bergegas keluar.

Kali ini yang ditemui adalah sejumlah besar orang biadab, bersenjata parang, panah, pentungan, dan berbagai senjata tajam lainnya. Di antara mereka terdapat beberapa biksu anti-Muslim Rohingya.

Seroang dari gerombolan, yang menyebut diri nasionalis Buddhis, mendesak Biksu U Withudda menyerahkan seluruh Muslim Rohingya yang berlindung di dalam biara.

Beberapa Muslim Rohingya yang tidak tidur pada malam itu menyaksikan dari kejauhan. Sebagian dari mereka hanya bisa berdoa. Para wanita tak henti merafal ayat seraya meratap.

Biksu U Withuda, menurut kesaksian seorang Muslim Rohingya kepada Irrawaddy.org, maju selangkah dan berteriak; "Kalian hanya bisa mengambil seluruh Muslim Rohingya di biara ini setelah melangkahi mayatku."

Penyerang mundur, dan membubarkan diri. Sejumlah biksu anti-Muslim Rohingya membuang ludah sebelum berbalik badan dan pergi.

Kamis (5/6), U Withudda -- bersama dua biksu lainnya; U Seindita dan U Zawtikka, pendiri Asia Light Foundation dan pemimpin Biara Oo Yin Priyati di Yangon -- diundang ke Oslo, Norwegia, untuk menerima Peace Award dari Parlemen Agama Dunia.

Ketiganya masih terus melindungi Muslim Rohingya, dan mendesak pemerintah mengakui etnis minoritas paling teraniaya ini.

*mantan jurnalis Republika.