Jumat , 17 Februari 2017, 04:19 WIB

Abraham Lincoln, Kemudaan Agus Harimurti: Soal Kalah dan Menang

Red: Muhammad Subarkah
Antara/Akbar Nugroho Gumay
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Calon Wakil Gubernur Slyviana Murni (kanan) dan Anggota Tim Pemenangannya memberikan keterangan pers di Posko Tim Pemenangan Agus-Slyvi, Jakarta, Rabu (15/2).
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Calon Wakil Gubernur Slyviana Murni (kanan) dan Anggota Tim Pemenangannya memberikan keterangan pers di Posko Tim Pemenangan Agus-Slyvi, Jakarta, Rabu (15/2).

Oleh: DR Denny JA

Kelas pertama ketika saya mengambil kuliah soal election and leadership, sang dosen memberikan quiz: siapakah tokoh ini? Ia kalah dalam pemilihan  konggres di negara bagiannya. Ia kalah juga dalam pemilihan anggota Konggres tingkat nasional. Ia kalah lagi ketika maju untuk anggota Senat. Ia kalah pula dalam nominasi untuk menjadi wakil presiden Amerika Serikat.

Namun akhirnya ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Bahkan ia dianggap kini  satu dari tiga presiden Amerika terbesar sepanjang sejarah. Ia Abraham Lincoln.

Bagi seorang politisi dan pemimpin, kalah dan menang hanyalah sebuah proses. Yang penting ia semakin matang mengenal dan dikenal rakyatnya, semakin mahir berpolitik, dan semakin memiliki  gagasan utama untuk diperjuangkan.

Kisah Abraham Lincoln, dapat menjadi referensi Agus Harimurti dalam menyusun pengabdiannya ke depan. Ia memang kalah dalam pilkada DKI. Namun ia menang dalam hal lain yang sama pentingnya bagi prospeknya sebagai pemimpin mendatang.

Agus Harimurti telah mengakhiri pertarungan politik pilkada DKI dengan sangat baik. Cepat sekali ia ikhlas mengakui kemenangan kompetitor. Ia memberikan selamat di hadapan publik luas. Ia menelfon secara pribadi para kompetitor: Ahok dan Anies. Agus mencontohkan politik yang beradab.

Agus memang kalah dalam pertarungan pilkada DKI. Tapi ia menang dalam hal lain. Ia telah membuka dengan baik Bab pertama buku "Menjadi pemimpin Indonesia masa depan."