Jumat, 14 September 2012, 14:46 WIB

Film 'Innocence of Muslim' Beredar, Inilah Sikap KAMMI

Red: Miftahul Falah
Warga Mesir melakukan protes di luar Kedubes AS terkait film anti-Islam
Warga Mesir melakukan protes di luar Kedubes AS terkait film anti-Islam

Film 'Innocence of Muslim' telah meresahkan umat muslim dunia, tidak terkecuali mahasiswa muslim Indonesia yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Pasalnya, film ini melecehkan Nabi Muhammad SAW dan Islam. 

Film yang digagas Sam Braile ini, melukiskan betapa kejinya sang produser dalam menilai Muhammad SAW. yang merupakan panutan dan teladan umat Islam sedunia. Peredaran film ini terbukti melecehkan, menghina serta menginjak-injak umat Islam.

"KAMMI mengutuk keras beredarnya film anti-Islam tersebut karena menimbulkan keresahan sosial yang luas. Kita sudah melihat bagaimana dampaknya yang mengundang protes kaum muslim seluruh dunia," tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Muhammad Ilyas, di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurutnya, setiap orang memiliki hak berekspresi dan berpendapat termasuk dalam pembuatan karya berbentuk film. Tapi semua ada batasnya, termasuk jangan sampai mendiskreditkan Islam sebagai sebuah entitas keumatan.

"Semua orang dapat berkarya, tapi ada batasnya. Jika melebihi batas, KAMMI siap berdemonstrasi menuntut pelakunya diseret ke pengadilan HAM internasional," tambah Ilyas.

KAMMI juga mendesak pemerintah AS mengadili pelaku dan para donatur pembuat film. Sebab, membiarkan mereka bebas akan merugikan dunia internasional. Selain itu, juga berpotensi memancing eksalasi aksi besar-besaran dari umat Islam seluruh dunia. 


PP KAMMI