Saturday, 7 Safar 1436 / 29 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Buih Koruptor (puisi)

Wednesday, 21 March 2012, 15:38 WIB
Komentar : 1
Koruptor, ilustrasi
Koruptor, ilustrasi

 

Pekat dingin tak kausalami

Lebur jiwa tak kauindahi

Hingga inilah sebab akibatmu


Hai, buih yang terpojok

Lihatlah sosok itu

Diam tanpa kata

Kepul asapnya pun makin menjadi

Warna-warnanya pun tetap kian menarik

Di bisunya dinding-dinding hari


Namun, tak kaupahami

Di luar buihmu

Ada jiwa yang menjerit

Segenggam recehan terus di raihnya


Tapi, di balik itu

Kau buat permainan kecil

Hingga semuanya menjadi sengsara

Kini, buihmu tak lagi khusus

Tetapi buihmu dicap maklumat koruptor

Mata-mata pun yang menatapmu

Enggan hadir untuk membela


Buihmu…

Hanya membisu di antara hari-harimu

Nikmatilah di balik keseragaman…


Palembang, 7 Maret 2011

Ayumi Maulida



 

Redaktur : Miftahul Falah
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tangkas Bermain Video Game Dapat Beasiswa?
CHICAGO -- Banyak orang tua kurang senang bila putra-putri mereka terlalu banyak bermain video game. Tetapi kebiasaan ini ternyata tidak sepenuhnya merugikan bagi...