Ahad , 05 Februari 2017, 08:50 WIB

Haiku, Tentang Tuhan Begitu Dekat: Sajak Sufi Abdul Hadi WM

Red: Muhammad Subarkah
dokpri
Prof DR Abdul Hadi WM (kiri).
Prof DR Abdul Hadi WM (kiri).

Haiku

* Haiku adalah sejenis puisi pendek ala puisi tradisional Jepang.

 

Saadi al-Shirazi

Bani Adam ibarat anggota dari badan yang sama
Mereka dicipta dari tanah lempung serupa jua
Jika yang satu terluka dan tersiksa karenanya
Maka yang lain akan merasakan sakitnya pula
Kau yang pada derita orang lain memalingkan muka
Tak patut disebut sebagai anak manusia

(Terj. Abdul Hadi W.M.)

Adam's sons are body limbs, to say;
For they're created of the same clay.
Should one organ be troubled by pain,
Others would suffer severe strain.
Thou, careless of people's suffering,
Deserve not the name, "human being".

(Translation by H. Vahid Dastjerdi)

 

Bangku Taman

Bangku di taman
Menunggu kau dan aku
Tetapi kau dan aku
Tidak ada di sana
Namun ada

 

Agama

Masyarakat yang meremehkan ilmu pengetahuan
Akan dilecehkan dan diremehkan oleh kebodohan
Mereka tak bisa membedakan antara agama dan kebudayaan
Mereka menganggap agama dapat dipelajari lewat politik
Dan hanya golongannya yang terpuji bila bertindak kasar.

 

Winter Iowa 1974

pieces of an empty sky, the hazy sun
dance in the thousands of white butterflies in your hair
dance in the whispering wind of the woods and drifts
dance in the rippling river ebbing late night in the dephts of my soul

(In anthology "On Foreign Shores: American Images in Indonesian Poetry" ediited by John McGlyn 1990)

 

Sesembahan

Pemeluk agama sejati
Pantang menyerah
Bahkan pada apa yang disebut
Takdir dan garis sejarah
Mereka menundukkan wajah
Dan menyerahkan diri dengan pasrah
Hanya kepada Dia
Satu-satunya Sesembahan
Yang patut disembah

 

Cikeas

Sudah cikeas cendana pula
Sudah lemas kena bencana pula

 

Tanya-Nya

Tanya-Nya: Aku dekat denganmu
Mengapa kau pergi terlalu jauh mencari-Ku?
Karena Kau terlalu dekat,
Sejarak lengkungan dua busur yang bertemu
Aku harus bersusah payah
Mencari-Mu sampai tempat yang begitu jauh

 

Tuhan Begitu Dekat

Tuhan,
Kita begitu dekat
sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apimu

Tuhan, kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainmu
Kita begitu dekat

Dalam gelap
kini aku nyala
dalam lampu padammu
                  

                        (1976)

 

*Abdul Hadi WM (Prof DR) adalah pelopor puisi sufi Indonesia, pengajar di Universiti Sains Malaysia dan Guru Besar Falsafah Agama dan Budaya di Universitas Paramadina Jakarta.

 

 

Berita Terkait