Sabtu , 21 April 2012, 16:45 WIB

Perempuan Muda Berabad Setelah Kartini (puisi)

Red: Miftahul Falah
.
RA KArtini
RA KArtini
Kubuka lebar kedua tangan dan sendi terasa renggang

Hari yang gersang ini ternyata perayaan

Kuhirup nafas malas dan ingin memelas

Tak ingin Aku bertutur dalam ketat kebaya di depan kelas


Aku tak paham tinggi menjulang tulisanmu

Aku tak sealiran dengan kedalaman pikiranmu

Rebahkan semua dalam masa lalu

Tak kurasa lagi detik ini dengan hadirmu


Dalam deru laju jaman, tak habis gelap kemudian terang

Di gemerlap kota yang bersimbah kemewahan, terang tak benar menyingkap kegelapan

Tak ada lagi wanita pingitan, tak mudah temukan kaumku dalam kesederhanaan

Emansipasi dan kesetaraan telah ejakulasi tak sesuai porsi


Gulungan sanggul ini sesungguhnya semangat

Anggunnya kebaya ini mengukuhkan niat

Dalam perhelatan namamu ada kemerdekaan bersikap

Di tutur namamu ada gejolak dalam berhak


Kartini hidup dan berjuang dalam zamannya

Tantangan bertransformasi mencari bentuk mutakhir

Seolah menantang perempuan merdeka tak hanya tentang karir

Percaya dan terus berpikir ini bukan akhir



Surabaya, 21 April 2012

Yoga