Sabtu , 05 August 2017, 23:15 WIB

Buku Latihan Tidur Karya Jokpin, Lahir karena tak Bisa Tidur

Rep: Nora Azizah/ Red: Karta Raharja Ucu
ANTARA/Dodo Karundeng
Joko Pinurbo
Joko Pinurbo

REPUBLIKA.CO.ID, "Malam-malam ia suka bermain kata bersama buku latihan tidur. Buku latihan tidur memintanya terpejam dan tersenyum sambil membayangkan bahwa di ujung tidur ada sungai kecil yang merdu. Buku latihan tidur kemudian mengucapkan sebuah kalimat dan ia balas dengan kalimatnya sendiri. Begitu seterusnya sampai buku latihan tidur mengantuk dan tak sanggup berkata-kata lagi."

Demikian penggalan puisi dari Buku Latihan Tidur karya penyair Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin. Ini merupakan buku kumpulan puisi ke sembilan milik Jokpin setelah berkarya selama lebih dari 20 tahun.

Buku ini menarik. Bahkan Jokpin mengaku, kumpulan puisi lahir karena ia sulit tidur. "Maka, jadilah Buku Latihan Tidur," ujar Jokpin saat ditemui pada acara peluncuran Buku Latihan Tidur di Gramedia Central Park Mal, Jakarta, Sabtu (5/8).
 
Masih dengan ciri khas Jokpin, puisi mengalun bak pantun. Rangkaian kata juga berbumbu jenaka. Sesekali pembaca dibuat tersenyum, menyeringai, hingga tertawa.
 
Jokpin memang pandai membuat puisi yang jauh dari membosankan. Sekali membaca pasti ketagihan. Kemudian tak sedikit bait puisi menggambarkan sebuah cerita. Entah hanya mengenai kopi, angin, hingga cinta terpendam. Namun itulah Jokpin, tak biasa membuat puisi yang biasa saja.
 
Bagi Jokpin, Buku Latihan Tidur merupakan kumpulan puisis yang paling memusingkan. "Buku menuntut kecermatan dan lebih telaten dalam penyuntingan," jelas Jokpin. Hampir seluruh puisi di dalam buku sudah pernah terbit, khususnya di media masa. Namun puisis juga sudah beberapa kali disunting dan mendapat revisi. Buku mengandung beberapa keunikan, seperti bahasa Indonesia, masalah keberagaman, dan situasi sosial.
 
Buku Latihan Tidur juga sebuah judul yang lahir di luar kebiasaan sastra. Seperti buku-buku Jopkin sebelumnya, yakni Celana atau Di Bawah Kibaran Sarung. Sebelum memberi judul 'celana', Jokpin sempat menciptakannya dengan nama Ranjang. Namun ternyata Celana mengundang banyak tanda tanya bagi penikmat syair sastra. Buku juga tetap memiliki hubungan dengan puisi-puisi di buku sebelumnya. Syair puisi Jokpin benar-benar melatih penikmatnya untuk tidur, melawan insomnia.