Rabu , 28 May 2014, 16:30 WIB
rehal

Ikhtiar dalam Bingkai Tauhid

Red:

oleh:irwan kelana  -- Siapa yang tidak mengenal ayat kursi (QS al-Baqarah ayat 255). Rasanya seorang mualaf sekalipun mengenal, bahkan menghafal ayat paling populer dalam Alquran ini. Pada ayat tersebut terdapat sebuah pernyataan Allah SWT bahwa Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.

Bila diterjemahkan dalam ungkapan bahasa Jawa, akan lebih familiar menggunakan filosofi lama yang menyatakan “Gusti Allah mboten sare”.

Inti pernyataan tersebut (dan ayat kursi) bahwa Allah adalah segalanya. Manusia hanya bergantung kepada Dia Yang Mahakuasa dan Maha Berkehendak serta Maha Mengetahui apa yang terjadi di semesta ini.

Namun, dalam praktik kehidupan sehari-hari, betapa banyak di antara kita, kaum Muslimin, yang seakan-akan tidak percaya bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Bahwa Allah SWT Maha Penolong. Bahwa Allah SWT Maha Pemberi Rezeki. Bahwa semua urusan ada dalam genggaman Allah SWT.

Betapa banyak di antara kita yang gampang galau, sedih, bingung, bahkan nyaris putus asa menghadapi persoalan dan ujian dalam kehidupan, terutama menyangkut urusan pekerjaan, rezeki, bisnis, istri/suami, anak, kesehatan, dan lain-lain.

Seakan-akan kita lupa bahwa bagi Allah, semua hal tersebut sangat mudah. Tugas kita sebagai manusia hanyalah berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada-Nya.

Buku yang ditulis oleh seorang dai, motivator, konsultan keluarga, dan parenting ini mengajak seluruh kaum Muslimin untuk kembali meyakini filosofi ayat kursi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam seluruh bidang kehidupan kita.

Penulis membagi bukunya menjadi sembilan bab. Tiap-tiap bab dipecah menjadi judul-judul kecil yang oleh penulis dinamakan kapsul motivasi. Dimulai dengan bab pertama mengenai “Islam Nusantara”, kemudian “Sejarah Kenabian”, “Rindu Haromain”, “Keluarga”, “Parenting”, “Birrul Walidain”, “Motivasi”, “Renungan Hati”, dan ditutup dengan “Istana Yatim”.

Judul-judul kecil yang diuraikan di dalamnya sangat menginspirasi. Misalnya, agama personal dan agama sosial, tangisan sang Nabi, strategi cepat ke Tanah Suci, keluarga sakinah versi si miskin, tips anticerai, tips handling anak rewel, berbakti tanpa tapi, motivasi berani nikah, kisah selembar bulu mata, dan don’t be sad.

Buku ini sangat perlu dibaca oleh setiap Muslim. Uraian penulis dalam tiap judul kecil dan bab makin meyakinkan kita akan kemahaesaan, kekuatan, dan kemutlakan Allah SWT. Semua berada dalam genggaman takdir Allah. Itulah yang disebut tauhid. Namun, pada saat bersamaan, kita juga digugah untuk selalu memperbanyak dan menguatkan ikhtiar kita dan berbuat baik kepada sesama (ihsan) sebagai buah tauhid tersebut.

Sebagaimana ditegaskan penulis, “Sempurnakan saja ikhtiarmu, lalu tebarkan aksi kebajikan kepada sesama dan Allah tidak akan menyia-nyiakan semua karyamu itu. Inilah paham tauhid dalam bingkai motivasi yang agung. Sehingga, keyakinan ini akan menempatkan kita sebagai hamba yang tidak gampang cengeng, sedih, resah, gelisah, dan galau menghadapi apa pun permasalahan dalam kehidupan.” ed: hafidz muftisany

Judul Buku: Gusti Allah Mboten Sare
Penulis: Nurul Huda Haem
Penerbit: Ajib Publishing
Cetakan: I, Juni 2014
Tebal: xxxviii+262 hlm

Sumber : http://pusatdata.republika.co.id/detail.asp?id=738313