Senin , 24 Juli 2017, 21:10 WIB

Merayakan HPI dengan Tausiyah dan Baca Puisi

Red: Irwan Kelana
Dok Litera
Para sastrawan mendengarkan tausiyah Ustaz Human S Chudori.
Para sastrawan mendengarkan tausiyah Ustaz Human S Chudori.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGSEL -- Sejumlah sastrawan merayakan Hari Puisi Indonesia (HPI) dengan baca puisi sambil berhalal bihalal  di kafe Roti Bakar 88 Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Acara yang diadakan Ahad  (23/7) itu juga diisi tausiah oleh Ustaz Humam S Chudori dan ceramah budaya oleh Dr Nurdin Sinermus.

Sekitar 30 sastrawan dan pecinta sastra hadir memadati ruang untuk mengikuti acara yang digelar oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI) dan portal sastra Litera.co.id itu.

Acara dimulai pukul  16.00 dan berakhir hingga pukul  20.00.   Hujan yang mengguyur semenjak pukul  15.00 tak mengurangi antusiasme mereka untuk memeriahkan acara yang dikemas santai ini.

Hadir, antara lain ketua umum KSI Pusat Ayid Suyitno PS, Sekjen KSI Aris Kurniawan, pemilik pesantren Al Ayubi yang juga doktor sastra lulusan Rusia Kiai Kusen, dan anggota Komisi X DPR RI Dr Murdin Sinermus. Ketua dewan pendiri KSI Wowok Hesti Prabowo berhalangan hadir.

Usai tausiah dan ceramah budaya, acara dimeriahkan baca puisi. Dimulai oleh Iman Sembada, diikuti Zhevita Hariani, Aris Kurniawan, Ayid Suyitno PS,  Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan (DKTS) H Shobir Pur, Hadi Sastra, dan Dr KH Kusen. Biolis Agus Grave memperpanjang acara dengan gesekan biola mengiringi baca puisi Beni Kurnia.

Acara  yang dipandu oleh Mahrus Prihany selaku redaktur pelaksana Litera.co.id dan ketua KSI Tangsel, itu dibuka dengan sambutan oleh pemimpin redaksi portal Litera, Ahmadun Yosi Herfanda, yang juga mantan ketua umum KSI Pusat.

“Sebenarnya ini acara rutin bulanan Litera. Namun momen ini lebih spesial karena masih momen halal bihalal dan sekaligus untuk merayakan Hari Puisi Indonesia," kata Ahmadun "Hari Puisi dirayakan tiap tahun tiap 26 Juli, pas hari kelahiran penyair Chairil Anwar."

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua KSI Pusat, Ayid Suyitno PS. Dia mengatakan belakangan ini KSI sedang mati tanpa kegiatan. Tapi Ayid sebagai ketua akan berusaha mengaktifkan kembali kegiatan KSI.

Dalam tausiahnya,  Ustaz Humam S Chudori menjelaskan bahwa halal bihalal sesungguhnya sebuah tradisi yang mungkin hanya dilakukan oleh kaum Muslim di Indonesia dan Malaysia.  Namun ini suatu tradisi yang sangat baik dan memiliki banyak manfaat.

Tausiah dan pencerahan juga disampaikan oleh Nurdin, yang juga wakil ketua ICMI Tangerang Selatan. Nurdin lebih menyorot halal bihalal dalam perspektif sosial dan kebangsaan.

“Terkadang bahkan sering kehidupan keberagamaan kita mengalami gesekan. Bahkan benturan internal dan eksternal. Hal itu terlebih menyorot fenomena keberagamaan di negeri kita akhir-akhir ini. Kita bisa memanfaatkan momen-momen di mana kita bisa duduk bersama untuk mempererat kembali tali persaudaraan kita. Momen itu bisa saja halal bihalal ini,” jelas Nurdin.

Acara kemudian makin hangat dan penuh gairah saat rekan-rekan sastrawan  diberi kesempatan membaca puisi. Para pembaca puisi lalu memilih cara dan posisi masing-masing untuk membaca puisi di ruang kafe yang tak begitu lebar tersebut semisal dengan membaca di atas kursi sambil berdiri atau ada yang membaca sambil duduk.

Iman Sembada mengawali pembacaan puisi. Penulis buku Perempuan Bulan Ranjang yang sedang menulis puisi dengan ekplorasi tentang ruang tersebut membacakan dua puisinya. Dzevitha Hariani, Kusen, Ayid suyitno, Aris Kurniawan, H. Shobir Poer, Beni Satria dan beberapa rekan juga turut berpartisipasi membaca puisi dengan semangat untuk memeringati Hari Puisi Indonesia.

Saat Maghrib acara ditutup oleh pemandu namun meski telah ditutup, banyak rekan masih memanfaatkan momen tersebut untuk bincang-bincang santai dan berbagi.

Usai shalat Maghrib, KSI dan DKTS memanfaatkan ruangan untuk rapat. Bahkan, sekitar pkl 20.00, Agus Grave yang datang terlambat, menghidupkan kembali ruang kafe dengan gesekan biola mengiringi baca puisi Beni Kurnia.