Senin , 29 December 2014, 06:20 WIB

Pesantren Melahirkan Banyak Penulis Hebat (1)

Red: Damanhuri Zuhri
IST
Habiburrahman El Shirazy.
Habiburrahman El Shirazy.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pondok pesantren melahirkan banyak penulis hebat. Mereka bukan hanya level nasional, bahkan internasional.

“Banyak penulis hebat di Indonesia yang berlatar belakang pendidikan pondok pesantren,'' ungkap redaktur senior Harian Republika Irwan Kelana di hadapan santri Pesantren Daarul Muttaqin Parung, Bogor, Sabtu (27/12).
 
Para penulis tersebut, kata Irwan, menghasilkan karya yang luar biasa mencerahkan. ''Mereka menginspirasi sekaligus menjadi dakwah tak hanya bagi kaum Muslimin Indonesia  juga manca negara,” kata Irwan saat mengisi acara Workshop Jurnalistik dan Pelatihan Menulis di Pondok Pesantren Daarul Muttaqin.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian IBF Goes To Pesantren yang digelar di 10 pondok pesantren di Jadebotabek dan Banten, mulai 22 November 2014 hingga 7 Februari 2015.

IBF Goes To Pesantren merupakan kegiatan praevent Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair) ke-14 tahun 2015 yang akan diadakan di Istora Senayan Jakarta, 27 Februari hingga 9 Maret 2015.

Irwan mencontohkan penulis lulusan pesantren, yakni Habiburrahman El Shirazy dan Ahmad Fuadi. “Keduanya lulusan pesantren, dan  keduanya merupakan novelis top Indonesia. Habiburrahman lulusan Pondok Pesantren Al-Anwar, Demak, dan Al-Azhar University Kairo, Mesir. Sementara Ahmad Fuadi merupakan alumnus Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur,” ujarnya.

Ia lalu menjelaskan, Habiburrahman atau biasa dipanggil Kang Abik digelari Novelis Nomor 1 Indonesia. Kang Abik telah menghasilkan sejumlah karya masterpiece, seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Dalam Mihrab Cinta, Cinta Suci Zahrana, dan Bumi Cinta.