Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Nyala Matahari* (Puisi)

Kamis, 21 Maret 2013, 05:00 WIB
Komentar : 0
Matahari (Illustrasi)

Matahari...
Tak perlulah kau singgahi bumi
Sinari... Sinarilah planet ini
Dari jauh singgasanamu bimasakti

Nyalamu bgitu mempesona
Demi restoe boemi
Hangatmu begitu bermakna
Susuri titah Ilahi

Matahari 18 juli 2011,
Adalah sama dengan matahari 1500 tahun silam
Menjadi saksi atas goresan-goresan peradaban
Menjadi mata di setiap kelok kehidupan

Buktikanlah, nak...
Umurmu nanti...samakah dengan jangkauan sinar mentari?
Ataukah lebih pendek dari bayang tengah hari?
Ah, buktikanlah, nak...
Umurmu nanti jauh lebih panjang dari umur matahari
Doa kami...

*puisi untuk ponakanku Nyala Matahari yang lahir pada 18 Juli 2011


Oleh: Aulia Agus Iswar
Mahasiswa dan tenaga ahli DPR


Redaktur : Nidia Zuraya
753 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...