Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Puisi: Terra Incognita

Sabtu, 09 Maret 2013, 06:00 WIB
Komentar : 0
Wordpress.com
Wanita sujud (ilustrasi).

Kuberlari...melaju
Mengejar bayang semu...
Sayup...gemericik...
Telinga ini terbisik
Lekat...gelap pekat...
Mata ini tersadap...
Terengah-engah nafas jiwa
Terjebak terra incognita

Suara itu...
Di manakah dia gerangan??
Sebuah perjamuan...
Begitu deras menyapa jiwa
Namun tak jua langkah ini terhenti
Cari...dan terus mencari...
Perjamuan suci...
Yg belum jua kujumpai

Di mana aku ini...
Di sudut jalan persimpangan??
Ah, inikah kisah terlarang??
Demi jiwa yg bersimpuh di peraduan...terkekang

Selaksa langkahku tak terhenti
Cari...jiwa ini terus mencari
Kelana...hingga terdampar ini jiwa...
Di tepian altar Mushalla...

Sebuah goresan terpatri
Aku pernah di sini...


Penulis: Aulia Agus Iswar
Mahasiswa dan Tenaga Ahli DPR-RI

Redaktur : Nidia Zuraya
3.016 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...