Dentang waktu terus membahana
Dalam sunyi...senyap... dan sepi
Tak seorang pun peduli
Tak seorang pun menemani
Aku berjalan... menjelajahi peradaban
Ini bukan soal pencarian...sama sekali bukan
Karena aku telah menemukannya
Jauuuh di masa silam
Aku hanya ingin menuju Tuhan
Bahwa bahtera ini akan terus berjalan, bagaimana pun gelombang dan batu karang saling berkelindan
Betapa pun peradaban itu semakin berlari menerjang-nerjang
Gelegar...sekali dayung tetap menggelegar
Ketika aksara-aksara itu bertaburan
Saat angka-angka itu menari-nari keindahan
Elok di telinga tapi minus makna
Di balik fenomena ada nomena
Bahtera ini terus melaju
Waktu ini mendahului langkahku
Menghiasi relung-relung jiwa
Namun, tatapku terhenti pada pendar cahaya
Ada dirimu di tepian sana
Engkau bagaikan langit yang memerah saat senja
Engkau seperti mawar yang merah merekah ketika Dhuha
Sepotong surga yang kujumpa saat tsunami bangsa
Akankah aku terus berjalan di kelamnya malam?
Dalam sunyi...senyap...dan sepi?
Sendiri tanpa ditemani?
Mataram, saat adzan Maghrib Sabtu 16-02-2013
Penulis: Aulia Agus Iswar
Mahasiswa dan Tenaga Ahli DPR-RI