Cinta
Cinta..Cinta..Cinta.
Aku sampai di Februari.
Orang bilang ini bulan cinta,
bulan penuh cinta,
penuh warna merah muda.
Semuda darah muda-darahnya remaja.
Cinta..Cinta..Cinta.
ku tak tahu apa itu cinta?
Yang kutahu cinta itu saling berbagi.
Cinta sejati tak mengenal hari,
tak mendzolimi diri.
Cinta sejati tak zinakan diri,
tak bernafas syahwat hewani.
Cinta haqiqi ianya cinta pada Illahi,
taqwa dan mengabdi sepenuh arti,
setulus sanubari.
Sampai tiba masa Izrail kan jemput diri.
Rindu Tuhan
Tuhan,
Engkau Yang Maha Tahu akan kerinduan hati hamba,
ketika hati membeku di kegelapan,
kau masih pancarkan sinar alam warnai kehidupan.
Dengan nama-Mu kupetik hikmah dalam penderitaan,
kugenggam waspada dalam nikmat yang ada,
mengingat-Mu kurasakan bahagia tak terkira.
Tuhan,
Kesempurnaan cinta-Mu yang kuharapkan,
kupersembahkan segala tak kesempurnaan,
dalam nalarku yang penuh ketidakpastian.
Aku mengakui-Mu demi sel darah yang berlarian dalam tubuh,
demi bintang-bintang yang bersinar berarakan dengan arahan-Mu,
demi malam-malam gulita di ujung dunia.
Syarafku terlampau kecil tuk tangkap segala keagungan-Mu.
Kubebaskanmu pergi, namun hadir-Mu menggertak urat di leher.
Aku masih merasakan-Mu dalam hiruk pikuk dunia.
Kusadari keberadaan-Mu dalam ketiadaan-Mu,
kulantunkan lagu sumbangku dari kalimat indah Kalam-Mu.
Berharap pada-Mu Yang Maha Mendengar, Maha Kekal Yang Tak Pernah Tidur.
Seringku langgar aturan-Mu dan tinggalkan perintah-Mu,
seringku merusak alam indah-Mu dan tak amanah jalankan tugasku.
Nalarku kembali menjamah setiap sudut Kemahaan-Mu,
Akankah kuberjumpa dengan-Mu?
Akankah kukembali dalam fitrah sejati?
Kuingin melihat-Mu seperti Engkau melihatku.
Kuingin mendengar-Mu seperti engkau mendengarku.
Kusebut nama-Mu mengingat nama-Mu,
sembari kuhitung sisa-sisa usiaku.
Anggi Setyawan
Mahasiswa Fakultas Teknik - Unipdu Jombang