Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sebuah Puisi: Bagaimana dengan Cinta Kita?

Selasa, 08 Januari 2013, 07:03 WIB
Komentar : 0
blacktomato.co.uk
Cinta (Ilustrasi)

Aku seret nasib kita pada waktu...

Seperti yang pernah kau katakan dahulu...



“Biar kita gilaskan rasa ini untuk sebuah perubahan!”

Itu kata-katamu waktu itu...



Dan kita rapatkan juga hati ini, dengan malaikat dan iblis

Juga untuk sebuah jawaban... tentang iman kami...

Lantas kaupun mengajak aku mengembara sendiri-sendiri...

Kau mengikuti hasratmu...

Sedang aku terkatung-katung di atas khayal...



Ah sayang,

Sejauh itukah mimpimu yang tak dapat kumengerti?

Lantas bagaimana dengan cinta kita?



Aku sembilu...

Tetapi, tak terasa pula aku sudah mengembara...

Jauh dari kau yang pernah mengajakku untuk sendiri...



Dan cinta kita?



4 Januari

Sadewo Zahid

Redaktur : Miftahul Falah
1.439 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...