Aku seret nasib kita pada waktu...
Seperti yang pernah kau katakan dahulu...
“Biar kita gilaskan rasa ini untuk sebuah perubahan!”
Itu kata-katamu waktu itu...
Dan kita rapatkan juga hati ini, dengan malaikat dan iblis
Juga untuk sebuah jawaban... tentang iman kami...
Lantas kaupun mengajak aku mengembara sendiri-sendiri...
Kau mengikuti hasratmu...
Sedang aku terkatung-katung di atas khayal...
Ah sayang,
Sejauh itukah mimpimu yang tak dapat kumengerti?
Lantas bagaimana dengan cinta kita?
Aku sembilu...
Tetapi, tak terasa pula aku sudah mengembara...
Jauh dari kau yang pernah mengajakku untuk sendiri...
Dan cinta kita?
4 Januari
Sadewo Zahid